Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Cepat Formalin, Ikan di Pasar Manonda Palu Aman Dikonsumsi

R
Penulis: Rina Khalik❯
DI BAWAH AMBANG BATAS : Hasil pengujian cepat kandungan formalin oleh Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan ikan yang dijual di Inpres Manonda Palu aman dan layak konsumsi.
DI BAWAH AMBANG BATAS : Hasil pengujian cepat kandungan formalin oleh Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan ikan yang dijual di Inpres Manonda Palu aman dan layak konsumsi.

RADAR PALU - Dengan menggunakan metode uji cepat (rapid test) dari sejumlah sampel ikan segar yang umum dikonsumsi masyarakat di Inpres Manonda,  Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah mengakui bahwa ikan yang dijual di pasar tradisional itu aman dan layak konsumsi, Senin (9/2/2026).


Advertisement

Sampel tersebut langsung diuji di tempat untuk mendeteksi adanya kandungan formalin atau bahan berbahaya lainnya.

Kepala UPT Pengembangan Sertifikasi Mutu Keamanan Pangan Dinas Pangan Sulawesi Tengah, Chusnarni Widyawati, mengatakan hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel ikan yang diperiksa berada dalam kondisi aman.

"Alhamdulillah tadi kami sudah mengambil sampel di pasar ikan," ujar Chusnarni kepada awak media di Pasar Inpres Manonda Palu.

Advertisement

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil uji cepat, seluruh sampel ikan yang diperiksa menunjukkan hasil negatif formalin dan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

"Beberapa yang kami ambil itu alhamdulillah yang kami temukan tadi semuanya negatif. Semuanya di bawah ambang batas, sehingga sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Chusnarni menyebutkan, jenis ikan yang diuji di antaranya ikan bandeng, ikan lajang, dan ikan katombo. Selain ikan, pengujian juga dilakukan terhadap bahan pangan lainnya yang dijual di pasar.

Advertisement

"Ikan bandeng sama ikan lajang dan katombo. Iya, sama ayam dan daging," ucapnya.

Ia menambahkan, pengujian keamanan pangan akan kembali dilakukan menjelang bulan Ramadan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan bahan pangan yang beredar tetap aman dan layak konsumsi.

“Insya Allah H-2 ini sebelum Ramadan kami akan turun sama-sama untuk mengecek untuk ikan dan lain-lain,” kata Chusnarni.

Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah juga mengimbau masyarakat agar tetap cermat dalam memilih bahan pangan yang segar dan layak konsumsi, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya pada produk pangan yang dijual di pasar.(*/rna)

Advertisement

Artikel Terkait

BGN Tegaskan Batas Konsumsi MBG, Maksimal 4 Jam

BGN Tegaskan Batas Konsumsi MBG, Maksimal 4 Jam

BGN menetapkan batas konsumsi MBG maksimal 4 jam setelah matang demi menjaga kualitas makanan dan mencegah keracunan.

Harga Bahan Pokok di Pasar Inpres Manonda Merangkak Naik

Harga Bahan Pokok di Pasar Inpres Manonda Merangkak Naik

Suasana aktivitas jual beli di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, usai Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sejumlah harga kebutuhan pokok

Diduga Mengalami Kerugian, Proyek Pembuatan Lantai Jemur Jagung di Kabupaten Buol Tuai Keluhan

Diduga Mengalami Kerugian, Proyek Pembuatan Lantai Jemur Jagung di Kabupaten Buol Tuai Keluhan

Kamarudin Lasuru, mengaku mengalami kerugian dan merasa keberatan karena adanya permintaan sejumlah uang dari oknum Dinas Pangan Sulteng.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer