Empat Hari Karhutla Desa Gunung Sari Parimo Meluas, 110 Hektare Lahan Terbakar

RADAR PALU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), masih dalam penanganan tim gabungan hingga Senin (2/11). Memasuki hari keempat, kobaran api dilaporkan terus meluas dan mulai mengancam lahan perkebunan produktif milik warga.
Personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, PMI, Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemadam kebakaran, Satpol PP, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.
Aparat Desa Gunung Sari, Yaroz Yarofal, mengungkapkan kebakaran pertama kali terjadi pada Jumat (30/10), sekitar pukul 11.10 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 110 hektare dan terus bertambah.
Menurutnya, api bahkan telah merambat ke kawasan perkebunan warga yang ditanami kakao dan cengkeh.
"Awalnya kebakaran terjadi di lahan sekitar 110 hektare, tetapi sekarang semakin meluas dan sudah masuk ke lahan produktif milik masyarakat," ungkap Yaroz.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama petugas dalam proses pemadaman adalah keterbatasan pasokan air serta sulitnya akses menuju titik kebakaran.
Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa menggunakan sepeda motor guna mengangkut air dari mobil suplai milik Dinas PU dan PMI menuju lokasi yang sulit dijangkau.
"Kendalanya saat ini akses masuk ke daerah yang terbakar," katanya.



