Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinsos Banggai Perkuat Validitas Data Kemiskinan, Operator Desa Dibekali Bimtek SIKS-NG

N
Penulis: Nendra Prasetya❯
KAPASITAS: Sosialisasi peningkatan kapasitas DTSEN dan bimtek SIKS-NG bagi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, dan operator desa.(FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU).
KAPASITAS: Sosialisasi peningkatan kapasitas DTSEN dan bimtek SIKS-NG bagi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, dan operator desa.(FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU).

Advertisement

RADAR PALU – Dinas Sosial Kabupaten Banggai memperkuat pengelolaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) untuk mendukung ketepatan penyaluran bantuan sosial.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi peningkatan kapasitas DTSEN dan bimbingan teknis SIKS-NG bagi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta operator desa dan kelurahan di Kecamatan Batui dan Batui Selatan. Kegiatan dipusatkan di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, menegaskan bahwa akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program perlindungan sosial.

“Data sosial ekonomi harus benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu, pemerintah desa dan operator memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala agar informasi yang digunakan pemerintah lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hariadi.

Ia menjelaskan, pengelolaan DTSEN dan penggunaan SIKS-NG tidak sebatas pekerjaan administratif, tetapi juga berkaitan dengan perencanaan program sosial dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Advertisement

Hariadi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai tengah mempersiapkan pembentukan tim terpadu untuk memperkuat penanganan persoalan sosial, mulai dari tingkat dusun hingga kabupaten.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Banggai, Ronal Rizal Pudje, menyampaikan materi mengenai DTSEN. Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai, Indra Prasetyo Wibowo, turut menjelaskan data sosial ekonomi dan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil.

Materi lainnya meliputi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh BPJS Kesehatan, perlindungan pekerja rentan oleh BPJS Ketenagakerjaan, serta pentingnya pemutakhiran data kependudukan yang disampaikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banggai.

Kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis penggunaan aplikasi SIKS-NG oleh operator tingkat kabupaten, Aulia Rahman, serta diskusi mengenai kendala pendataan dan administrasi pelayanan sosial.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Banggai mendorong pemerintah desa dan operator untuk meningkatkan ketelitian dalam pendataan, memperbarui informasi sesuai mekanisme yang berlaku, serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Advertisement

Artikel Terkait

Matangkan Propemperda 2027, Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Kualitas Produk Hukum Kabupaten Banggai

Matangkan Propemperda 2027, Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Kualitas Produk Hukum Kabupaten Banggai

Kanwil Kemenkum Sulteng bersama DPRD Banggai mengevaluasi perencanaan Propemperda 2027 untuk mendorong produk hukum daerah berkualitas.

Polisi Peduli Pengangguran di Banggai Laut, Polres Sasar Warga Pelabuhan Lompio

Polisi Peduli Pengangguran di Banggai Laut, Polres Sasar Warga Pelabuhan Lompio

Polres Banggai Laut gelar Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) di Pelabuhan Rakyat Lompio dalam 100 hari program Polisi Bersama Masyarakat.

Kantor Imigrasi Banggai Gelar Rakor Tim Pengawasan Orang Asing di Touna

Kantor Imigrasi Banggai Gelar Rakor Tim Pengawasan Orang Asing di Touna

Kabupaten Tojo Unauna merupakan daerah yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, kelautan dan perikanan,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer