
RADAR PALU - Upaya eradikasi frambusia membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, lembaga pendidikan serta masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Tojo Unauna (Touna), Hj. Surya Lapasiri saat membuka kegiatan Asesmen Eradikasi Frambusia yang dilaksanakan secara daring bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB), dr. Niko, bersama para kepala bidang yang membidangi pencegahan dan pengendalian penyakit serta kesehatan lingkungan, para kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Banggai Gelar Rakor Tim Pengawasan Orang Asing di Touna
Wabup Touna Surya Lapasiri mengatakan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
"Visi pembangunan Kabupaten Tojo Unauna untuk mewujudkan masyarakat yang religius, maju, adil, dan sejahtera tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Visi tersebut juga mencakup peningkatan derajat kesehatan, perlindungan masyarakat, serta pemerataan akses terhadap pelayanan dasar,"kata Wabup.
Wabup mengesankan eradikasi frambusia memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah terus mendorong penguatan program pencegahan dan pengendalian penyakit melalui peningkatan surveilans, penemuan dan penanganan kasus secara tepat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor,"tegasnya.(***)



