
RADAR PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengenang perjuangan panjang pembentukan Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang diakuinya tidak mudah.
Proses pemekaran daerah tersebut menghadapi berbagai tantangan, termasuk perjuangan memenuhi cakupan wilayah hingga akhirnya Morut resmi lahir sebagai kabupaten tersendiri.
Kenangan itu Anwar sampaikan saat menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Pemprov Sulteng Salurkan Rp339 Juta dan 5.000 Sembako ke Morowali Utara
Dalam pidatonya, Anwar mengibaratkan Morut sebagai seorang anak yang harus melalui proses persalinan sulit sebelum akhirnya lahir. Perumpamaan tersebut menggambarkan beratnya perjuangan pembentukan daerah yang kini memasuki usia ke-13 tahun.
"Kelahiran Morowali Utara tidak gampang. Kelahiran Morowali Utara tidak semudah yang kita nikmati hari ini," kata Anwar.
Anwar mengaku menjadi salah satu pihak yang ikut memperjuangkan kelahiran Morut saat masih menjabat Bupati Morowali.
Menurut dia, ketika sejumlah daerah lain telah lebih dahulu dimekarkan, pembentukan Morut masih menghadapi berbagai hambatan.
Dia menggambarkan posisinya saat itu berada di antara aspirasi masyarakat yang menginginkan pemekaran segera terwujud dan pihak yang masih ingin mempertahankan wilayah tersebut dalam Kabupaten Morowali.
"Di Kolonodale semua orang marah, semua orang rindu bayi harus segera lahir. Sementara kakaknya (Morowali), mereka tidak ingin Morowali Utara ini lahir," tutur Anwar.
Baca Juga: Jadi Pembicara Hari Santri di Morut: Prof Zainal Abidin Sebut Pesantren Punya 6 Resep Jaga Kerukunan
Anwar secara khusus mengenang proses pemenuhan wilayah yang menjadi bagian penting dalam pembentukan Kabupaten Morut.



