RADAR PALU - Fenomena langit langka akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Gerhana Bulan Total dipastikan menghiasi langit malam Indonesia dan bertepatan dengan hari ke-14 Ramadan 1447 H.
Informasi ini dibagikan melalui akun Instagram Astropedia Indonesia. Disebutkan, gerhana kali ini akan memasuki fase totalitas pada waktu magrib hingga awal malam WIB.
Gerhana Bulan Total kerap disebut sebagai Blood Moon karena saat puncak gerhana, Bulan tampak berwarna merah. Fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Cahaya Matahari yang menuju Bulan dibiaskan oleh atmosfer Bumi sehingga menghasilkan rona kemerahan.
Berbeda dengan Gerhana Matahari, Gerhana Bulan relatif aman disaksikan tanpa alat khusus. Masyarakat cukup mencari lokasi dengan pandangan langit terbuka ke arah timur saat Bulan mulai terbit.
Jadwal Gerhana Bulan Total (WIB)
Awal fase penumbra: 15.44 WIB
Awal fase parsial: 16.50 WIB
Awal totalitas: 18.04 WIB
Puncak totalitas: 18.33 WIB
Akhir totalitas: 19.02 WIB
Akhir fase parsial: sekitar 20.17–20.23 WIB
Sebagian fase awal gerhana terjadi sebelum Bulan benar-benar terbit di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, fase yang paling mudah diamati adalah saat totalitas hingga akhir parsial ketika Bulan sudah cukup tinggi di langit sore hingga malam.
Momen ini diprediksi menjadi salah satu fenomena astronomi paling menarik di bulan Ramadan tahun depan.***
Editor : Muhammad Awaludin