Melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) berkelanjutan, perusahaan kawasan industri itu menyalurkan satu unit kapal wisata kepada Pemerintah Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (07/02/2026).
Kapal wisata tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung baru transportasi laut bagi pengembangan destinasi unggulan Desa Bete-Bete.
Baca Juga: Soft Launching Fornas IX 2027, Sulteng Pamerkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah
Mulai dari Wisata Bahomompa, Andaro, hingga sejumlah titik wisata pesisir lainnya. Kapal berkapasitas 20 grosston (GT) itu mampu mengangkut hingga 30 penumpang dan telah dilengkapi perangkat keselamatan, termasuk life jacket sesuai standar pelayaran.
Supervisor CSR PT IMIP, Agus Sepriyanto, menegaskan bahwa bantuan kapal wisata ini bukan sekadar hibah sarana, melainkan bagian dari strategi jangka panjang penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami melihat potensi besar pengembangan pariwisata di Desa Bete-Bete. Dukungan sarana transportasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: JMSI Usulkan Perluasan Perlindungan HAM bagi Seluruh Pekerja Pers, Dewan Pers Merespons Positif
Langkah IMIP tak berhenti pada penyediaan kapal. Sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata telah lebih dulu dibangun.
Mulai dari dermaga sandar perahu, fasilitas toilet di kawasan wisata, dukungan sarana rumah ibadah, hingga pembangunan spot foto (photo booth) di kawasan Wisata Andaro. Rangkaian fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, sekaligus daya tarik destinasi wisata lokal.
Penguatan sektor pariwisata juga dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi warga. PT IMIP melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk mengisi aktivitas ekonomi di kawasan wisata. UMKM binaan difasilitasi memasarkan produk kuliner maupun jasa, membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas perputaran ekonomi desa.
Baca Juga: Imlek di Donggala, Harmoni Budaya Tionghoa dan Kaili Jadi Pesan Utama
Program pemberdayaan tersebut dijalankan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Bete-Bete, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga unsur masyarakat lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kepala Desa Bete-Bete, Ridwan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT IMIP. “Perahu ini akan dimanfaatkan untuk mendukung mobilisasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.
Sebagai desa nelayan, Bete-Bete menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Tingginya mobilitas masyarakat, termasuk pekerja kawasan IMIP, menjadi peluang strategis untuk mengembangkan wisata pesisir berbasis komunitas. PT IMIP pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)
Editor : Agung Sumandjaya