Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

SDN 23 Palu Meriahkan Hari Pahlawan, Gunakan Pakaian Adat dan Pakaian Profesi

Nur Soima Ulfa • Selasa, 11 November 2025 | 20:00 WIB

PERINGATI HARI PAHLAWAN: SDN 3 Palu memeringati Hari Pahlawan dengan menggunakan pakaian adat dan pakaian profesi.
PERINGATI HARI PAHLAWAN: SDN 3 Palu memeringati Hari Pahlawan dengan menggunakan pakaian adat dan pakaian profesi.
RADAR PALU – SD Negeri 23 Palu Tampil Beda pada perayaan Hari Pahlawan pada Senin (10/11/2025). Pada upacara yang digelar di lapangan sekolah, murid dan tenaga pendidik tampak kompak mengenakan pakaian adat dan pakain profesi.

Meski sebagian siswanya ada yang memakai seragam sekolah. Namun, ragam seragam ini justru menguarkan kesan keragaman bhineka tunggal ika sekaligus memperlihatkan nyala api nasionalisme di SDN 23 Palu. Pada momen ini, Nur Afni guru kelas 2B mengungkapkan perasaan harunya.

“Selama saya di sini sih, belum pernah ada (perayaan) Sumpah Pemuda. Hari-hari besar nasional begitu, tidak pernah. Jadi, Hari Pahlawan ini kita coba pakai begini saja,” ungkap Nur Afni, yang mengaku sudah tiga tahun menjalani mas atugas di SDN 3 Palu.

MERIAHKAN: Tenaga pendidik SDN 23 Palu juga tidak kalah ingin memeriahkan Hari Pahlawan.
MERIAHKAN: Tenaga pendidik SDN 23 Palu juga tidak kalah ingin memeriahkan Hari Pahlawan.

Pantauan Radar Palu, dalam perayaan Hari Pahlawan itu, para tenaga guru perempuan mengenakan kebaya ala RA. Kartini, sedangkan guru laki-laki menggunakan batik. Peringatan Hari Pahlawan diawali dengan upacara, lalu dilanjutkan dengan dengan karnaval yang dimulai dari sekolah hingga memutari Taman Vatulemo.

“Antusiasnya anak-anak luar biasa. Orang tua murid juga Alhamdulillah. Orang tua mendampingi, tanpa orang tua juga tidak akan terlaksana,” ujarnya.

Dia menerangkan tujuan kegiatan ini untuk menanamkan rasa nasionalisme pada siswa SDN 23 Palu. Di mana semangat para pahlawan bisa ditularkan kepada siswa agar bersemnagat mengisi kemerdekaan, dengan belajar yang giat.  

 “Harapan saya untuk kegiatan ini, anak-anak itu (memahami menjadi) pahlawan tidak harus kita berjuang, harus berdarah-berdarah, tidak begitu. Dalam arti, dalam pendidikan itu belajar lebih giat lagi, tunjukan prestasi untuk melanjutkan perjuangan-perjuangan pahlawan yang sebelumnya,”  harap  Nur Afni.

COSPLAY PAHLAWAN : Tampak siswa Zahran Miaza Ramadan (sebelah kiri), Andi khalilah Azkadina (kiri kedua), Naila Yulia Ramadani, dan  Syahir Zhafran (sudut kanan. Mereka cosplay menggunakan baju adat.
COSPLAY PAHLAWAN : Tampak siswa Zahran Miaza Ramadan (sebelah kiri), Andi khalilah Azkadina (kiri kedua), Naila Yulia Ramadani, dan Syahir Zhafran (sudut kanan. Mereka cosplay menggunakan baju adat.

Peringatan Hari Pahwalan tersebut rupanya berhasil  memercikkan kegembiraan di wajah para siswa. Andi khalilah Azkadina (10) siswi kelas 5, misalnya. Dalam balutan baju adat Bugis lengkap dengan mahkota, Khalila tampak sumringah.

“Ya, lumayan senang sih, karena jalan-jalan. Karena kumpul-kumpul, seru!” ungkap Khalila.

Sementara itu, Syahir zhafran (10) sebagai penggerak bendera, dengan seragam merah putihnya mengatakan harapnnya. Dia mengaku ingin sekolahnya bisa lebih sering memperingati hari-hari besar nasional.

“Harapannya kedepannya lebih sering lagi mengadakan seperti ini kalau hari-hari (besar), untuk merayakan seperti hari pahlawan, hari lahir pancasila, 17 Agustus, (dirayakan) lebih seru lagi,” ungkap Syahrir.

Adapula Zahran Miaza Ramadan (11) dalam balutan pakaian adat Bugis yang berharap pada kegiatan serupa berikutnya, sekolah menyediakan hadiah untuk siswa.“Senang! Seru juga!” ujar Ramadan (11).

Di sisi lain, Naila Yulia Ramadani (11) mengungkapkan rasa senang dan bangganya dengan seragam merah putihnya. “Karena kalau pakai baju adat panas sedikit, sih. Kalau pakai baju merah putih suka saja karena baju merah putih kaya bendera merah putih,” ungkap Naila sambil tersenyum.(cr1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#SDN 23 Palu #Hari Pahlawan