Meski sebagian siswanya ada yang memakai seragam sekolah. Namun, ragam seragam ini justru menguarkan kesan keragaman bhineka tunggal ika sekaligus memperlihatkan nyala api nasionalisme di SDN 23 Palu. Pada momen ini, Nur Afni guru kelas 2B mengungkapkan perasaan harunya.
“Selama saya di sini sih, belum pernah ada (perayaan) Sumpah Pemuda. Hari-hari besar nasional begitu, tidak pernah. Jadi, Hari Pahlawan ini kita coba pakai begini saja,” ungkap Nur Afni, yang mengaku sudah tiga tahun menjalani mas atugas di SDN 3 Palu.
Pantauan Radar Palu, dalam perayaan Hari Pahlawan itu, para tenaga guru perempuan mengenakan kebaya ala RA. Kartini, sedangkan guru laki-laki menggunakan batik. Peringatan Hari Pahlawan diawali dengan upacara, lalu dilanjutkan dengan dengan karnaval yang dimulai dari sekolah hingga memutari Taman Vatulemo.
“Antusiasnya anak-anak luar biasa. Orang tua murid juga Alhamdulillah. Orang tua mendampingi, tanpa orang tua juga tidak akan terlaksana,” ujarnya.
Dia menerangkan tujuan kegiatan ini untuk menanamkan rasa nasionalisme pada siswa SDN 23 Palu. Di mana semangat para pahlawan bisa ditularkan kepada siswa agar bersemnagat mengisi kemerdekaan, dengan belajar yang giat.
“Harapan saya untuk kegiatan ini, anak-anak itu (memahami menjadi) pahlawan tidak harus kita berjuang, harus berdarah-berdarah, tidak begitu. Dalam arti, dalam pendidikan itu belajar lebih giat lagi, tunjukan prestasi untuk melanjutkan perjuangan-perjuangan pahlawan yang sebelumnya,” harap Nur Afni.
Peringatan Hari Pahwalan tersebut rupanya berhasil memercikkan kegembiraan di wajah para siswa. Andi khalilah Azkadina (10) siswi kelas 5, misalnya. Dalam balutan baju adat Bugis lengkap dengan mahkota, Khalila tampak sumringah.
“Ya, lumayan senang sih, karena jalan-jalan. Karena kumpul-kumpul, seru!” ungkap Khalila.
Sementara itu, Syahir zhafran (10) sebagai penggerak bendera, dengan seragam merah putihnya mengatakan harapnnya. Dia mengaku ingin sekolahnya bisa lebih sering memperingati hari-hari besar nasional.
“Harapannya kedepannya lebih sering lagi mengadakan seperti ini kalau hari-hari (besar), untuk merayakan seperti hari pahlawan, hari lahir pancasila, 17 Agustus, (dirayakan) lebih seru lagi,” ungkap Syahrir.
Adapula Zahran Miaza Ramadan (11) dalam balutan pakaian adat Bugis yang berharap pada kegiatan serupa berikutnya, sekolah menyediakan hadiah untuk siswa.“Senang! Seru juga!” ujar Ramadan (11).
Di sisi lain, Naila Yulia Ramadani (11) mengungkapkan rasa senang dan bangganya dengan seragam merah putihnya. “Karena kalau pakai baju adat panas sedikit, sih. Kalau pakai baju merah putih suka saja karena baju merah putih kaya bendera merah putih,” ungkap Naila sambil tersenyum.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa