Mengenal Tiga Puncak Jalur Pendakian di Kawasan TN Lore Lindu yang Masih Ditutup

Wahono. • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 09:26 WIB
Sejumlah pendaki bersama tim Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) saat menyusuri jalur menuju Puncak Rore Kautimbu, di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Foto : Dok.Wahono
Sejumlah pendaki bersama tim Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) saat menyusuri jalur menuju Puncak Rore Kautimbu, di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Foto : Dok.Wahono

 

RADAR PALU- Di balik bentang alam pegunungan Sulawesi Tengah yang menyimpan hutan tropis dan udara sejuk, terdapat sejumlah puncak yang selama ini menjadi tujuan para pencinta alam. Tiga di antaranya adalah Puncak Nokilalaki, Puncak Dingin dan Rore Kautimbu. Ketiganya berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pendaki.

Namun, keindahan itu belum sepenuhnya dapat dinikmati secara resmi. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) hingga kini masih menutup sejumlah jalur pendakian karena standar pengelolaan kegiatan pendakian, khususnya sarana dan prasarana keselamatan, belum terpenuhi.

Salah satu puncak yang cukup dikenal adalah Nokilalaki. Puncak ini berada di wilayah Desa Tongoa, Kabupaten Sigi, yang berbatasan dengan Kabupaten Poso. Ketinggiannya mencapai sekitar 2.355 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga: Tujuh Pendaki Gunung Nokilalaki yang Hilang Ditemukan Selamat 

Popularitas Nokilalaki di kalangan pendaki tetap terlihat meski jalurnya belum dibuka secara resmi. Pada 12 September 2026, sebanyak 11 pendaki tercatat melakukan pendakian.

Empat orang turun lebih awal, sedangkan tujuh lainnya mengalami kendala di Pos 3 setelah kehabisan logistik. Mereka kemudian dievakuasi oleh Tim SAR.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pendakian bukan sekadar persoalan fisik dan keberanian. Kondisi jalur, ketersediaan informasi, logistik, hingga sarana keselamatan menjadi bagian penting yang harus diperhitungkan sebelum seseorang memasuki kawasan pegunungan.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Cari Tujuh Pendaki Gunung Nokilalaki yang Hilang

Selain Nokilalaki, Puncak Dingin dan Rore Kautimbu juga masih berstatus ditutup. Meski demikian, aktivitas pendakian di kawasan tersebut masih kerap dilakukan oleh pengunjung.

Danau Tambing biasanya menjadi salah satu titik persinggahan sebelum pendaki melanjutkan perjalanan. Pengunjung dapat mendirikan tenda dan bermalam di kawasan wisata tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Puncak Dingin dan Rore Kautimbu. Dari jalur itu, perjalanan bahkan dapat diteruskan menuju Puncak Torenali yang berada di luar kawasan TN Lore Lindu.

Bagi pencinta alam, rangkaian perjalanan tersebut menawarkan pengalaman menyusuri kawasan pegunungan dengan karakter alam yang berbeda. Namun, status penutupan jalur membuat aktivitas tersebut tetap memiliki konsekuensi keselamatan dan pengelolaan yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: 52 Hektare Hutan dan Perkebunan Terbakar di Buol, Akses Pemadaman Jadi Kendala

Humas BBTNLL Dony Heru menjelaskan, penutupan dilakukan karena standar pengelolaan kegiatan pendakian belum terpenuhi, terutama menyangkut sarana dan prasarana yang menjadi persyaratan pembukaan jalur.

“Semua jalur pendakian, termasuk Nokilalaki, sayangnya banyak yang bandel. Sejak kasus Rinjani, standar pengelolaan pendakian sudah diatur berdasarkan kelas. Ada minimum standar sarpras yang harus dimiliki, dan itu belum ada,” kata Dony, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Dony, kebijakan pemerintah pusat mengharuskan kegiatan pendakian tidak dibuka apabila persyaratan keselamatan dan pengelolaan belum tersedia secara memadai.

“Jadi kebijakan dari pusat, tidak boleh membuka kegiatan pendakian dan sejenisnya jika belum bisa atau tersedia hal-hal tersebut di atas. Semuanya demi kepentingan pengunjung sebenarnya,” ujarnya.

Penutupan tersebut bukan berarti kawasan kehilangan daya tarik. Sebaliknya, kondisi ini menjadi kesempatan bagi pengelola untuk menyiapkan jalur dan fasilitas agar ketika dibuka kembali, kegiatan pendakian dapat berlangsung dengan pengelolaan yang lebih baik.

Baca Juga: Satwa Endemik Sulawesi Anoa Terekam Kamera Pemantau di Hutan Cagar Alam Pamona

Di sisi lain, kepatuhan pengunjung menjadi bagian penting. BBTNLL masih menemukan masyarakat yang tetap melakukan pendakian di jalur yang belum resmi dibuka. Aktivitas tersebut dilakukan ketika dukungan standar pengelolaan dan sarana prasarana keselamatan belum tersedia.

Ketiga puncak itu pada akhirnya bukan hanya menawarkan tantangan bagi pendaki. Nokilalaki dengan ketinggiannya, Dingin dan Rore Kautimbu dengan jalur yang terhubung dengan kawasan Danau Tambing, merupakan bagian dari kekayaan alam TN Lore Lindu yang perlu dinikmati secara bertanggung jawab.

Sebab, di balik keindahan puncak dan perjalanan menuju ketinggian, keselamatan tetap menjadi hal utama. Hingga kini, BBTNLL juga belum memastikan kapan jalur-jalur tersebut akan kembali dibuka.

“Hingga saat ini belum diketahui kapan jalur pendakian akan dibuka kembali,” tutup Dony.

Editor : Wahono.
Nokilalaki Rore Kautimbu Tambing pendakian TN Lore Lindu