RADAR PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, mengapresiasi deklarasi dan pembentukan Aliansi Pewarta Indonesia (API) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai langkah memperkuat solidaritas insan pers, meningkatkan profesionalisme jurnalistik, serta membangun sinergi yang konstruktif antara pers, pemerintah, dan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Palu diwakili Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kota Palu, Moh. Akhir Armansyah, saat menghadiri deklarasi dan pembentukan API Sulawesi Tengah di Gedung Kesenian Kota Palu, Sabtu (17/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Akhir Armansyah menyampaikan bahwa kehadiran API diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi para pewarta, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Faizal Fahd Gantikan Edden sebagai Ketua Cabang AAUI Sulteng. Ini Momentum Acaranya
Menurut Kadis, pers memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain menyampaikan informasi kepada publik, pers juga berperan dalam mencerdaskan masyarakat, mengawal kepentingan publik, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Pers memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab harus senantiasa menjadi landasan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Kadis menyampaikan pesan Wali Kota Palu.
Kadis menambahkan, perkembangan teknologi informasi dan media digital yang semakin pesat menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia jurnalistik.
Baca Juga: Nancy Fischer Dilantik Jadi Anggota DPRD Palu, Pemberdayaan Perempuan Jadi Prioritas
Arus informasi yang bergerak cepat harus diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi dan memastikan kebenaran setiap informasi sebelum dipublikasikan.
Kecepatan dalam menyampaikan berita, lanjutnya, memang penting, tetapi akurasi, integritas, keberimbangan, serta kepentingan publik harus tetap menjadi prioritas utama.
Karena itu, API Sulawesi Tengah diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling belajar, meningkatkan kapasitas dan kompetensi wartawan, memperkuat literasi digital, serta membangun budaya jurnalistik yang profesional dan berintegritas.
Baca Juga: BYD M6 DM Jadi Solusi Mobilitas Jarak Jauh di Sulteng, Bisa Isi Daya dari Rumah
Kadis Akhir juga menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan pers perlu dibangun melalui kemitraan yang sehat, terbuka, dan saling menghormati peran masing-masing.
Pemerintah membutuhkan pers sebagai jembatan komunikasi untuk menyampaikan kebijakan, program pembangunan, dan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Sebaliknya, pers membutuhkan keterbukaan akses informasi agar dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara optimal.
Baca Juga: Mengisi Masa Pensiun dengan Belajar, Lansia di Palu Perdalam Ilmu Agama hingga Keterampilan
Meski demikian, kemitraan tersebut tidak berarti pers harus selalu sejalan dengan pemerintah.
Pers tetap memiliki independensi untuk menjalankan fungsi kontrol sosial, menyampaikan kritik, serta mengungkap berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
“Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan secara konstruktif merupakan bagian penting dari proses perbaikan. Pemerintah harus terbuka terhadap masukan, bersedia melakukan evaluasi, dan menjadikan kritik sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kadis.
Baca Juga: Perbankan Sulteng Tumbuh 19,55 Persen, Kredit Tembus Rp67,91 Triliun
Kadis berharap, melalui komunikasi yang baik, perbedaan pandangan antara pemerintah dan insan pers dapat dikelola melalui dialog yang sehat, berdasarkan data dan fakta, serta berorientasi pada pencarian solusi.
Khusus untuk Kota Palu, Kadis menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers yang memiliki jangkauan komunikasi luas dan peran penting dalam membentuk pemahaman publik.
Pemberitaan yang akurat, objektif, dan berimbang dinilai dapat membantu masyarakat memahami kebijakan publik, mengetahui perkembangan pembangunan, sekaligus menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka.
Baca Juga: Nyamar Jadi Petugas PLN, Dua Pria Diduga Curi Kabel Tembaga di Sigi
Di sisi lain, pemberitaan yang kritis dan bertanggung jawab juga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan di lapangan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat.
Oleh karena itu, seluruh insan pers diajak untuk terus membangun ruang komunikasi yang produktif, menjaga suasana sosial yang kondusif, serta mendorong masyarakat agar semakin kritis, cerdas, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Kadis juga berharap API Sulawesi Tengah mampu memperkuat persatuan di kalangan pewarta dengan tetap menghormati kebebasan berpendapat dan keberagaman pandangan. Perbedaan latar belakang, media, maupun sudut pandang hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Baca Juga: Reny Lamadjido Ingatkan Lansia Tetap Aktif, Sehat, dan Perkuat Iman
Lebih lanjut, Kadis menekankan bahwa deklarasi dan pembentukan API Sulawesi Tengah harus menjadi awal dari kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Setelah deklarasi, organisasi tersebut diharapkan mampu menyusun program kerja yang jelas dan berkelanjutan, antara lain melalui pelatihan jurnalistik, peningkatan kompetensi wartawan, penguatan literasi digital, edukasi mengenai kode etik jurnalistik, serta penyelenggaraan forum komunikasi dan dialog bersama pemerintah maupun lembaga terkait.
API juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja jurnalistik yang aman dan profesional, dengan tetap menghormati hak serta martabat setiap orang.
Baca Juga: PSN-PLTS 100 Gigawatt Resmi Diluncurkan, Petambak Udang Berharap Mereka Terfasilitasi
“Kami berharap keberadaan API benar-benar memberikan manfaat, tidak hanya bagi anggota organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan daerah di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu,” tutur Kadis.
Menutup penyampaiannya, Kadis Akhir Armansyah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus dan anggota API Sulawesi Tengah yang akan mengemban amanah organisasi.
Kadis berpesan agar kepercayaan publik senantiasa dijaga, integritas dijunjung tinggi, dan kepentingan masyarakat menjadi salah satu landasan utama dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dorong Pelindungan IG Durian Parigi Moutong
Kadis berharap API Sulawesi Tengah dapat tumbuh menjadi organisasi yang solid, independen, dan profesional, serta mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, pers, dan masyarakat demi terwujudnya pembangunan daerah yang lebih baik.
“Pers yang profesional akan membantu menghadirkan masyarakat yang cerdas. Komunikasi yang terbuka akan memperkuat kepercayaan publik, dan sinergi yang sehat akan menjadi salah satu fondasi penting bagi pembangunan daerah,” pungkas Kadis.
Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah diwakili Pranata Humas Ahli Muda Diskominfosanti Provinsi Sulteng, Dr. Intje Yusuf, dan sejumlah media di Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Miris, Jenazah Mantan Kades Masewo di Pipikoro Sigi Diangkut Ojek
Deklarasi API dibacakan, Nasir Tula, dengan memohon rahmat dan ridho Tuhan Yang Maha Esa, kami insan pewarta yang berhimpun dalam Aliansi Pewarta Indonesia Sulawesi Tengah, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, menyatakan:
Pertama, bersepakat untuk membentuk dan mendeklarasikan Aliansi Pewarta Indonesia Sulawesi Tengah (API Sulteng) sebagai wadah pemersatu pewarta yang menjunjung tinggi kebersamaan, solidaritas, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kedua, berkomitmen untuk menjunjung tinggi kemerdekaan pers, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam melaksanakan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, dan lembaga ekonomi.
Baca Juga: Tiga WNA China Jadi Tersangka Kericuhan PT Askon Morowali
Ketiga, bertekad untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia pewarta, memperkuat persatuan antarinsan pers, serta mendorong terciptanya pemberitaan yang akurat, berimbang, independen, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin