RADAR PALU – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palu mendorong anggota DPRD Kota Palu, H. Nanang, mendesak pemerintah segera mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Menurut Nanang, kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Papua. Dugaan ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius mengingat paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Ia menilai, kondisi kualitas udara di Kota Palu perlu mendapat perhatian bersama, terutama untuk mengantisipasi risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Baca Juga: Bantu Kebutuhan Darah Masyarakat, Demokrat Poso Gelar Donor Darah
Nanang meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan langkah antisipasi. Salah satunya melalui pemantauan kualitas udara secara berkala agar kondisi udara yang dihirup masyarakat dapat diketahui secara lebih akurat.
Informasi mengenai kualitas udara juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan begitu, warga dapat menyesuaikan aktivitas dan mengambil langkah perlindungan apabila kondisi udara berada pada tingkat tidak sehat.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Baca Juga: Anwar Hafid Soroti Polusi Morowali, Pengawasan Lingkungan Diperketat
Nanang menegaskan, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai dampak kabut asap semakin meluas sebelum mengambil tindakan. Koordinasi antarlembaga dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat.
“Pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada di Kota Palu harus segera mengambil tindakan nyata. Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya semakin parah. Yang paling penting saat ini adalah melindungi kesehatan masyarakat dan meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh kabut asap,” tegas Nanang melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2026).
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah yang terukur sesuai kondisi di lapangan. Pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang akurat, serta kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat.
Nanang menekankan, keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi kabut asap. Langkah antisipasi sejak dini diperlukan agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.***
Editor : Muhammad Awaludin