Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan 2027

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima audiensi perwakilan MNC University untuk membahas peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan potensi daerah, Rabu (14/10/2026). Foto: Pemprov Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima audiensi perwakilan MNC University untuk membahas peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan potensi daerah, Rabu (14/10/2026). Foto: Pemprov Sulteng 

 

RADAR PALU – Beasiswa pendidikan di Sulawesi Tengah direncanakan menyasar guru dan tenaga kesehatan pada 2027. Pemerintah provinsi juga menjajaki kerja sama dengan MNC University untuk memperkuat keterampilan lulusan sekaligus menggali potensi ekonomi desa.

Rencana itu dibahas Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Direktur Direktorat Riset, Inovasi, dan Dampak Sosial MNC University, Humiras Betty M. Sihombing, Rabu (14/10/2026).

Bagi Anwar, tantangan program beasiswa bukan hanya membuka akses kuliah, tetapi memastikan penerimanya memiliki kompetensi yang dibutuhkan setelah lulus. Pendidikan, menurut dia, harus berujung pada kemampuan bekerja dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasikan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan Donggala

“Bagaimana kita tidak hanya membiayai mereka untuk kuliah, tetapi setelah selesai kuliah, mereka benar-benar memiliki kemampuan dan bisa bekerja,” ungkap Anwar.

Rencana beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan tersebut masih akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Pembahasan mencakup sasaran penerima hingga skema pembiayaan.

Di sisi lain, MNC University menawarkan program Beasiswa Bina Talenta dengan pembiayaan 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen sesuai ketentuan program. Kampus tersebut juga membuka peluang kolaborasi di bidang penelitian, inovasi, dan pengembangan masyarakat.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Fasilitasi Harmonisasi Ranperda Rencana Pembangunan Industri Donggala

Salah satu pendekatan yang ditawarkan ialah model pendidikan 2+2. Mahasiswa menjalani dua tahun pembelajaran di kampus, kemudian dua tahun berikutnya terlibat dalam kegiatan lapangan, industri, dan pengembangan potensi daerah.

Skema tersebut berpotensi menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, bentuk kerja sama, sasaran mahasiswa, dan mekanisme pelaksanaannya masih harus dirumuskan lebih lanjut oleh kedua pihak.

Potensi 2.000 Desa Jadi Perhatian

Selain pendidikan, Anwar mendorong pemetaan kebutuhan dan potensi lebih dari 2.000 desa di Sulawesi Tengah. Pemetaan itu dinilai penting agar program pembangunan tidak berhenti pada perencanaan umum, tetapi sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Sektor pertanian, kelautan, sumber daya alam, dan pariwisata menjadi sejumlah bidang yang perlu dikaji. Perguruan tinggi diharapkan berkontribusi melalui kajian langsung dan pendampingan untuk menemukan peluang pengembangan ekonomi lokal.

Anwar mencontohkan tenun sarung Donggala dan potensi wisata daerah yang masih dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, pendampingan perajin, serta promosi.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Harmonisasikan Ranperda Pembentukan Produk Hukum Donggala

Menurut dia, keputusan pembangunan yang tidak didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat berisiko menghasilkan program yang kurang tepat sasaran.

“Sepanjang tidak ada tim ahli yang melakukan needs assessment kepada masyarakat, perencanaan kita berisiko tidak mencapai hasil yang diharapkan,” ujarnya.

Humiras Betty menyatakan MNC University ingin terlibat dalam pengembangan potensi daerah melalui riset, inovasi, dan program yang memberikan dampak sosial.

Baca Juga: BERANI SEHAT: Program Baik yang Sedang Diuji oleh Keberhasilannya Sendiri

Penjajakan kerja sama ini selanjutnya akan dibahas secara teknis bersama dinas terkait dan Bappeda. Pembahasan itu diperlukan untuk menentukan program percontohan, peserta, pembiayaan, serta mekanisme pelaksanaan.

Bagi Sulawesi Tengah, tantangannya kini adalah menerjemahkan rencana tersebut menjadi program yang terukur: beasiswa yang meningkatkan kompetensi tenaga pelayanan publik dan kajian desa yang mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
MNC University Potensi Desa Anwar Hafid beasiswa sulteng Berani Cerdas