Anwar Hafid Ingatkan 422 PNS Sulteng, Jabatan Bukan karena Kedekatan

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:28 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan arahan kepada 422 PNS yang baru diambil sumpahnya di Halaman Pogombo, Palu, Selasa (13/10/2026). Foto : Pemprov Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan arahan kepada 422 PNS yang baru diambil sumpahnya di Halaman Pogombo, Palu, Selasa (13/10/2026). Foto : Pemprov Sulteng

 

RADAR PALU – Kedekatan dengan pimpinan bukan tiket untuk mendapatkan jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan, promosi aparatur sipil negara (ASN) harus ditentukan oleh kemampuan, kinerja, dan prestasi.

Pesan itu disampaikan Anwar saat mengambil sumpah dan janji 422 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Halaman Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (13/10/2026). Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido turut mendampingi prosesi tersebut.

Anwar mengingatkan bahwa setiap PNS memiliki kesempatan mengembangkan karier, termasuk menempati posisi pimpinan. Namun, kesempatan itu harus diperjuangkan melalui kerja nyata dan peningkatan kompetensi, bukan mengandalkan hubungan pribadi atau keluarga.

Baca Juga: 3 Agenda Menanti Kapolda Baru Sulteng, dari Kamtibmas hingga Pembangunan

“ASN yang hebat adalah ASN yang terangkat karena meritokrasi, karena kemampuan dan kehebatannya dalam bekerja, bukan karena kedekatan atau hubungan keluarga,” tegasnya.

Ia juga menyatakan menolak praktik jual beli jabatan. Para PNS diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan promosi dengan imbalan uang.

Menurut Anwar, jabatan harus diperoleh melalui proses yang benar. Sistem meritokrasi diperlukan agar penempatan aparatur didasarkan pada kompetensi dan prestasi, sehingga birokrasi dapat bekerja secara profesional.

Baca Juga: Prof Zainal Tak Sendirian, Ketua Sinode GPID: Tolak Moderasi Beragama Berarti Inginkan Gesekan

Dari Tugas Sederhana, Karier Bisa Berkembang 

Di hadapan ratusan PNS yang baru diambil sumpahnya, Anwar turut menceritakan perjalanan kariernya di birokrasi. Sebelum mencapai jabatan eselon II, ia pernah mengerjakan tugas sederhana, mulai dari membuat amplop, mengetik menggunakan mesin ketik, hingga mengantarkan surat.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa perjalanan karier tidak berlangsung secara instan. Ketekunan, kesediaan belajar, dan kesungguhan menyelesaikan pekerjaan menjadi bekal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.

“Kalau hari ini kami duduk di sini, suatu saat nanti kalianlah yang akan menggantikan kami duduk di sini,” ujar Anwar kepada para PNS yang baru dilantik.

Ia meminta mereka tidak membatasi cita-cita hanya karena memulai karier dari posisi staf. Setiap pegawai, menurutnya, memiliki peluang untuk berkembang selama mau bekerja keras dan menunjukkan kemampuan.

Loyalitas Bukan Berarti Menuruti Semua Perintah 

Baca Juga: Warga Matarape Terdampak Debu, DPRD Sulteng Usulkan Izin Perusahaan Dicabut

Selain meritokrasi, Anwar menyoroti cara ASN memaknai loyalitas. Ia mengingatkan bahwa kesetiaan kepada pimpinan tidak boleh dijadikan alasan untuk menjalankan perintah yang bertentangan dengan aturan.

Loyalitas, kata dia, harus terlihat dari kedisiplinan, kesungguhan bekerja, dan kesiapan menjalankan tugas ketika organisasi membutuhkan. Sikap mencari muka tidak dapat menggantikan tanggung jawab profesional.

“Kalau disuruh melakukan kesalahan, itu bukan loyalitas, melainkan mencelakakan,” ujarnya.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Palu, Disdik Imbau Siswa Pakai Masker di Sekolah

Pesan tersebut menempatkan integritas sebagai batas dalam hubungan antara bawahan dan pimpinan. ASN dituntut menjalankan tugas dengan baik tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Gaji dan Gaya Hidup Harus Seimbang 

Anwar juga mengingatkan para PNS agar tidak memaksakan gaya hidup di luar kemampuan finansial. Menurutnya, persoalan keuangan tidak selalu muncul karena penghasilan yang terbatas, tetapi juga bisa dipicu oleh pengeluaran yang tidak seimbang dengan pendapatan.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Palu, Disdik Imbau Siswa Pakai Masker di Sekolah

“Kalau gaji kita hanya sekian, cukupkanlah dengan gaji itu dan syukuri. Yang sering membuat manusia susah itu gaya hidupnya,” pesannya.

Ia meminta para pegawai mengelola penghasilan secara bijak dan tidak terburu-buru mengejar kemewahan. Perencanaan keuangan dan kesederhanaan dinilai penting agar aparatur tidak terbebani tuntutan gaya hidup.

Di sisi lain, Anwar meminta para PNS bersabar menghadapi kondisi fiskal pemerintah daerah. Ia berharap keadaan keuangan daerah membaik dalam satu hingga dua tahun ke depan sehingga perhatian terhadap kesejahteraan pegawai dapat ditingkatkan.

Bagi 422 PNS yang baru diambil sumpahnya, pesan tersebut menjadi bekal awal memasuki perjalanan sebagai aparatur pemerintah. Anwar berharap mereka terus meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, dan membuktikan kualitas kerja melalui pelayanan kepada masyarakat.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
PNS Sulteng Anwar Hafid meritokrasi ASN sulawesi tengah Pemprov Sulteng