Pemkab Morut Dukung KKN Mahasiswa STIFA Pelita Mas Palu

Ilham Nusi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:53 WIB
KKN: Sekkab Musda Guntur menyampaikan apresiasi kepada STIFA Pelita Mas Palu yang telah menurunkan mahasiswanya melaksanakan KKN di Morut saat acara penerimaan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan XXV di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Senin (5/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
KKN: Sekkab Musda Guntur menyampaikan apresiasi kepada STIFA Pelita Mas Palu yang telah menurunkan mahasiswanya melaksanakan KKN di Morut saat acara penerimaan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan XXV di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Senin (5/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) mendukung penuh pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan bidang Farmasi Angkatan XXV STIFA Pelita Mas Palu.

Dukungan tersebut mencakup fasilitasi kegiatan dan pendampingan mahasiswa selama menjalani praktik lapangan di tujuh kecamatan.

Sebanyak 78 mahasiswa akan menjalankan program KKN selama 40 hari, mulai 3 Oktober hingga 13 November 2026.

Baca Juga: Pemkab Morut Gandeng Untad Tingkatkan Kompetensi ASN

Mereka akan berkolaborasi dengan puskesmas, terutama dalam mendukung program pelayanan kefarmasian.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Morut, Musda Guntur, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa selama menjalankan praktik profesi di wilayah Morut.

Musda menyampaikan dukungan tersebut saat menerima rombongan mahasiswa STIFA Pelita Mas Palu di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Wawali Berharap Inflasi di Kota Palu Tetap Terkendali

Rombongan dipimpin Ketua STIFA Pelita Mas Palu Prof. Joni Tandi, bersama Ketua Pelaksana KKN Matra Novalia Palipadang, serta dosen pembimbing lapangan.

Musda menerima mereka bersama Kepala Dinas Kesehatan Morut, Arif Paskal Pokonda, dan sejumlah kepala puskesmas lokasi KKN.

Musda menyambut baik kepercayaan STIFA Pelita Mas Palu yang memilih Morut sebagai lokasi KKN Profesi Kesehatan.

Baca Juga: Pemprov Sulteng Dorong TICEB 2026 Berikan Dampak Bagi Ekonomi Sulteng

Menurut dia, kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi membuka ruang pembelajaran langsung bagi calon tenaga kesehatan.

"Pemerintah daerah membuka diri dan siap memfasilitasi seluruh kebutuhan mahasiswa selama 40 hari. Teman-teman mahasiswa harus membuka ruang dialog, banyak bertanya, dan memanfaatkan kesempatan emas ini untuk belajar praktik profesional sebagai calon apoteker," tegas Musda.

Dia berharap mahasiswa memanfaatkan dukungan tersebut untuk mengembangkan wawasan, kompetensi, dan keterampilan profesional selama bertugas di puskesmas.

Baca Juga: 78 Mahasiswa STIFA Pelita Mas Palu KKN di Morut

Melalui praktik lapangan ini, mahasiswa juga berkesempatan mengenal kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memahami tantangan pelayanan kefarmasian di tingkat fasilitas kesehatan dasar.

Untuk memastikan kegiatan berjalan optimal, Musda meminta kepala puskesmas dan jajaran tenaga kesehatan memberikan pendampingan kepada seluruh mahasiswa selama menjalankan program KKN.

"Bimbing dan bantu anak-anak kita ini. Fasilitasi kebutuhan mereka selama proses pembelajaran lapangan agar wawasan dan keahlian mereka semakin bertambah," pesannya.

Baca Juga: Ketua DPP APINDO Sulteng Soroti Tantangan Energi dan Hilirisasi Ekonomi

Pemkab Morut berharap keterlibatan puskesmas dapat membantu mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan profesi. 

Dukungan tersebut sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan STIFA Pelita Mas Palu dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Musda berharap program KKN ini menghasilkan calon apoteker yang profesional, terampil, dan memahami kebutuhan masyarakat sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. (***)

Editor : Ilham Nusi
KKN Farmasi Musda Guntur STIFA Pelita Mas Palu Pemkab Morut pelayanan