Anwar Hafid Ingatkan Ilmu Pemerintahan Tak Boleh Berhenti di Kampus

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:48 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerahkan kunci sekretariat MIPI Sulteng kepada Ketua DPW MIPI Sulteng Arfan usai pelantikan pengurus periode 2026–2031 di Hotel BW Coco, Sabtu (3/10/2026). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerahkan kunci sekretariat MIPI Sulteng kepada Ketua DPW MIPI Sulteng Arfan usai pelantikan pengurus periode 2026–2031 di Hotel BW Coco, Sabtu (3/10/2026). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Ilmu pemerintahan tidak cukup dipelajari di ruang kuliah atau dibahas dalam forum akademis. Pengetahuan tersebut harus diterapkan untuk memastikan masyarakat merasa aman sekaligus menikmati kesejahteraan.

Pesan itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid setelah melantik pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Hotel BW Coco, Sabtu malam (3/10/2026).

Anwar, yang juga menjabat Ketua Umum MIPI, mengibaratkan pemerintah sebagai penjaga malam. Tugasnya memastikan rakyat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tenang, dan sejahtera.

Baca Juga: HUT PT IMIP Dirangkai Umumkan Pemenang Karya Jurnalistik 2026. Berikut Juaranya..

Menurut dia, fungsi pemerintahan pada dasarnya mencakup dua hal utama, yakni menjaga keamanan (security) dan mendorong kesejahteraan (prosperity).

Kedua fungsi tersebut menjadi ukuran penting bagi keberadaan pemerintah di tengah masyarakat. Pemerintahan tidak hanya dituntut menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan rakyat dapat hidup lebih baik.

Anwar juga menekankan pentingnya ilmu pemerintahan dalam mengelola negara yang memiliki persoalan dan kebutuhan beragam.

Baca Juga: Anwar Hafid Siapkan Venue 50 Ribu Orang untuk Pesparawi 2029 

Ia menyebut orang yang mempelajari ilmu pemerintahan cenderung memiliki wawasan luas atau menjadi generalis, meskipun tidak selalu mendalami setiap bidang secara khusus.

“Mereka yang belajar ilmu pemerintahan pasti tahu banyak walau hanya sedikit,” ujarnya.

Namun, keluasan pengetahuan itu perlu diterjemahkan menjadi kemampuan memahami persoalan publik dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Karena itu, Anwar mendorong MIPI menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Menurut dia, organisasi tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut memperkuat praktik pemerintahan yang baik.

“Siapa saja bisa bergabung asal peduli dengan ilmu pemerintahan,” katanya.

Baca Juga: 13 Tahun IMIP dan Cerita Hilirisasi di Bahodopi

MIPI Sulteng Siap Kawal Program BERANI

Ketua DPW MIPI Sulawesi Tengah Arfan menyatakan organisasinya siap bekerja nyata, termasuk dalam mengawal pelaksanaan sembilan program BERANI yang menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Arfan menegaskan, kemajuan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya pernyataan atau kegiatan seremonial, tetapi dari pekerjaan yang benar-benar dilakukan.

Baca Juga: Survei LKPI: Tren Elektabilitas Partai Demokrat Menurun, Perlu Penguatan Kelembagaan Serius dan Teru

“Organisasi itu maju bukan karena banyak bicara saja tapi karena banyak bekerja,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menjadi tantangan bagi kepengurusan baru MIPI Sulteng untuk menerjemahkan keilmuan pemerintahan menjadi kontribusi konkret, terutama dalam mengawal pelaksanaan program dan mendorong perbaikan tata kelola.

Dalam pelantikan itu, Anwar juga menyerahkan secara simbolis kunci kantor sekretariat MIPI Sulteng kepada Arfan.

Acara tersebut dihadiri Ketua Harian MIPI Muhadam Labolo, Sekretaris Jenderal MIPI Mansyur Achmad, Peneliti Ahli Utama Bidang Politik BRIN Siti Zuhro, anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, Bupati Sigi, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, akademisi, dan mahasiswa.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
mipi sulteng Anwar Hafid Program BERANI Pemprov Sulteng Ilmu Pemerintahan