RADAR PALU – Kawasan Hutan Kota Palu disiapkan menjadi lokasi pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XV 2029 dengan kapasitas hingga 50 ribu orang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan venue tersebut untuk mendukung penyelenggaraan ajang nasional yang akan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Rencana itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat memaparkan kesiapan daerah menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional 2029 di Hotel Santika Palu, Jumat malam (2/10/2026).
Baca Juga: 13 Tahun IMIP dan Cerita Hilirisasi di Bahodopi
Pemaparan tersebut berlangsung dalam Forum Nasional Evaluasi Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dan Perencanaan Awal Pesparawi Nasional XV Tahun 2029. Forum itu dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI Jean Marie Tulung.
Anwar mengatakan, venue di Hutan Kota Palu dirancang tidak hanya untuk pembukaan Pesparawi, tetapi juga untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar di Sulawesi Tengah.
“Kita sanggup menyukseskan acara nasional ini,” kata Anwar.
Baca Juga: Survei LKPI: Tren Elektabilitas Partai Demokrat Menurun, Perlu Penguatan Kelembagaan Serius dan Teru
Palu Andalkan Akses dan Akomodasi
Selain menyiapkan lokasi kegiatan, kesiapan Palu sebagai tuan rumah juga ditopang akses transportasi dan ketersediaan penginapan.
Anwar menyebut posisi geografis Sulawesi Tengah yang berada di bagian tengah Indonesia menjadi salah satu pertimbangan untuk memudahkan kedatangan kontingen dari wilayah barat maupun timur.
Dari sisi transportasi udara, Palu memiliki Bandara Mutiara SIS Al-Jufri yang berstatus internasional. Sementara itu, ketersediaan akomodasi di Palu dan sekitarnya disebut mencapai lebih dari 4.500 kamar, mencakup hotel berbintang, hotel nonbintang, homestay, dan penginapan lainnya.
Kapasitas venue, akses penerbangan, serta ketersediaan kamar akan menjadi bagian penting dalam persiapan menyambut peserta dan tamu Pesparawi Nasional 2029.
Namun, penyelenggaraan acara dengan kapasitas puluhan ribu orang juga membutuhkan kesiapan teknis yang terukur, termasuk pengaturan arus pengunjung, transportasi, keamanan, dan layanan pendukung selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Irjen Pol Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Nasri Masuk Masa Pensiun
Pesparawi Jadi Peluang Ekonomi Daerah
Di luar agenda keagamaan dan seni paduan suara, kedatangan peserta dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro dan kecil dapat ikut memperoleh manfaat apabila kebutuhan peserta melibatkan pelaku usaha setempat.
Anwar berharap penyelenggaraan Pesparawi Nasional 2029 juga memperkuat kerukunan umat beragama, mengembangkan seni musik gerejawi, serta memperkenalkan budaya dan pariwisata Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulteng, Ini Lokasinya
Dalam forum tersebut, Anwar menerima secara simbolis surat keputusan penetapan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV 2029 dari Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI.
Di akhir acara, Anwar turut menyanyikan lagu “Torang Samua Basudara”, yang mengangkat pesan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin