Sekolah Lansia Jadi Wadah Belajar dan Berdaya bagi 456 Lansia di Sulteng

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:25 WIB
Para Lansia dari Sekolah Lansia Seroja dan Maroso yang Mengikuti Prosesi Wisuda Sekolah Lansia, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Tahun 2026. FOTO: ISTIMEWA
Para Lansia dari Sekolah Lansia Seroja dan Maroso yang Mengikuti Prosesi Wisuda Sekolah Lansia, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Tahun 2026. FOTO: ISTIMEWA 

RADAR PALU — Sebanyak 456 lansia di Sulawesi Tengah mengikuti program Sekolah Lansia yang tersebar di 20 sekolah pada 11 kabupaten/kota.

Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga, dr. Rosalia, mengatakan Sekolah Lansia merupakan bagian dari program SIDAYA atau Lansia Berdaya. Pesertanya merupakan lansia berusia di atas 60 tahun, dengan rentang usia peserta 60 hingga 88 tahun dan peserta tertua berusia 88 tahun.

Sekolah Lansia dikembangkan dari kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia. Program ini memberikan edukasi kepada lansia mengenai proses penuaan, kesehatan, serta cara mempersiapkan diri menghadapi masa tua.

Baca Juga: Menjangkau Siberut, Kementerian UMKM Perkuat Wirausaha Terdampak Bencana

“Jadi sekolah Lansia ini adalah pengembangan dari kelompok kegiatan kami yaitu Bina Keluarga Lansia,” kata Rosalia, Jumat (2/10/2026).

Sekolah Lansia memiliki tiga tahapan, yakni Standar 1, Standar 2 dan Standar 3. Masing-masing tahapan memiliki 12 kali pertemuan dengan masa pembelajaran sekitar enam hingga 12 bulan.

Pada Standar 1, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengenalan diri. Sementara Standar 2 diarahkan pada pemberdayaan lansia agar lebih bermanfaat bagi keluarga, termasuk melalui kegiatan produktif di bidang ekonomi dan keterampilan.

Baca Juga: Bukan Cuma Anak Muda, BYD Atto 1 Mulai Jadi Pilihan Keluarga 

“Kalau tahap dua itu bagaimana mereka lebih bermanfaat untuk keluarganya. Nah dia fokusnya ke tahapan bagaimana mereka namanya Lansia Entertainer untuk pemberdayaan secara produktif ekonomi keterampilan mereka,” jelasnya.

Di Kota Palu, Sekolah Lansia Seroja dan Maroso telah menyelesaikan tahapan pembelajaran. Keduanya berada di bawah naungan Yayasan Ar-rahman, dengan total 70 peserta yang telah mengikuti wisuda.

Rosalia menjelaskan, Sekolah Lansia bukan pendidikan formal seperti SD atau SMP. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi lansia untuk bertemu dan berkomunikasi sekaligus mendapatkan materi terkait penuaan dan penyakit yang sering dialami lansia.

Baca Juga: Dokumen Asli Surat Bupati Sigi Ditemukan Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati Terkejut

“Jadi memang ajang bagaimana Lansia-Lansia itu mereka bertemu, bercerita, berdiskusi karena Lansia ini mereka butuh berkomunikasi,” ujarnya.

Program Lansia Berdaya sendiri baru dimulai sejak tahun lalu dan kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut merupakan angkatan pertama.***

Editor : MOH FATHAHILA
Sekolah Lansia Lansia Berdaya sulawesi tengah kota palu bkkbn