RADAR PALU – Selama bertahun-tahun, aliran sungai menjadi bagian dari perjalanan warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Bagi anak-anak yang harus bersekolah, sungai juga menjadi salah satu akses yang harus mereka lewati.
Kini, kondisi itu mulai berubah setelah Jembatan Berani di desa tersebut rampung dibangun dan diresmikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Rabu (30/9).
Jembatan tersebut dibangun sekitar 10 bulan dengan dukungan Tim Vertical Rescue Indonesia. Untuk sementara, konstruksinya masih bersifat darurat dan akan diperkuat serta diperlebar agar lebih aman digunakan masyarakat, termasuk kendaraan roda dua.
Baca Juga: Hanura Ungkap Status Hadianto Usai Mundur dari Ketua DPD
Pembangunan jembatan permanen masih menjadi tahap berikutnya. Namun, keberadaan Jembatan Berani diharapkan membuat aktivitas warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi sungai, terutama bagi anak-anak yang harus pergi dan pulang sekolah.
Anwar mengatakan persoalan akses pendidikan tidak bisa dianggap sepele. Baginya, keterbatasan infrastruktur tidak boleh membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah.
“Kalau anak sekolah terganggu, apapun akan saya lakukan. Karena bagi saya, untuk mengubah masyarakat Sulawesi Tengah, kuncinya cuma satu, sekolah,” kata Anwar.
Baca Juga: Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto, Leting Ferdy Sambo Akpol 1994, Jadi Calon Kapolri
Persoalan akses tersebut juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah provinsi terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak Sulawesi Tengah. Salah satunya melalui program BERANI Cerdas yang menyediakan beasiswa kuliah gratis melalui jalur afirmasi dan prestasi.
Anwar meminta masyarakat ikut melaporkan anak-anak mereka yang sedang berkuliah, baik di dalam maupun luar Sulawesi Tengah, agar dapat didata dan memperoleh dukungan melalui program tersebut.
Ia mengatakan pendidikan memiliki kaitan erat dengan perubahan kehidupan masyarakat. Anwar kemudian mengingat kembali pesan orang tuanya ketika kondisi ekonomi keluarga mereka masih terbatas.
“Jangan lihat saya sekarang jadi gubernur. Orang tua saya dulu susah. Tetapi orang tua saya selalu mengatakan, biar saya susah, yang penting anak saya sekolah,” tuturnya.
Usai meresmikan jembatan, Anwar tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia bersama jajaran terkait berdialog dengan warga Masungkang untuk mendengar langsung berbagai kebutuhan yang masih dihadapi masyarakat.
Pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi warga menyampaikan persoalan yang belum terselesaikan setelah akses jembatan mulai terbuka.
Baca Juga: BEI Sulteng Kenalkan ETF Emas sebagai Alternatif Diversifikasi Investasi
Sebelum meninggalkan Masungkang, Anwar menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan.
Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido, Ketua TP-PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai serta unsur Forkopimda Kabupaten Banggai.***
Editor : Muhammad Awaludin