Dari Toili Jaya, Pesan Maulid Dimulai dari Rumah dan Keluarga

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:37 WIB
Ribuan warga mengikuti Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Marga Kencana, Toili Jaya, Banggai, Selasa (29/9). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG
Ribuan warga mengikuti Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Marga Kencana, Toili Jaya, Banggai, Selasa (29/9). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Marga Kencana, Kecamatan Toili Jaya, Kabupaten Banggai, tidak hanya diisi lantunan selawat.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lapangan sepak bola desa tersebut, Selasa (29/9), muncul pesan agar kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada peringatan tahunan.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak masyarakat membawa nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW ke lingkungan keluarga. Menurutnya, rumah menjadi tempat pertama untuk menanamkan keimanan, kasih sayang dan kecintaan kepada Rasulullah.

Baca Juga: Reyinaldi Sebut Produk Unggulan Daerah Tidak Cukup Hanya Miliki Kualitas dan Nilai Ekonomi

“Kalau ingin rumah kita penuh rahmat, mari hadirkan ajaran dan kecintaan kepada Rasulullah dalam kehidupan keluarga kita,” kata Anwar.

Ia mengingatkan, Maulid seharusnya tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Kehadiran masyarakat dalam peringatan tersebut, menurut Anwar, semestinya berangkat dari kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kenapa kita harus Maulid? Kita hadir bukan karena Gubernur, bukan karena Bupati, dan bukan karena siapa-siapa. Kita hadir karena cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Baca Juga: Warda Tegaskan Efisiensi APBD Morut Harus Kembali ke Masyarakat

Pesan itu kemudian diarahkan pada kehidupan sehari-hari. Anwar mengajak masyarakat memperbanyak shalawat dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga salat lima waktu. Salat, menurutnya, tidak seharusnya diperlakukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi ditempatkan sebagai bagian utama dalam kehidupan.

“Jangan remehkan salat. Ketika waktunya tiba, tinggalkan sejenak pekerjaan kita dan muliakan salat. Jadikan salat sebagai yang utama dalam kehidupan,” katanya.

Anwar turut membagikan pengalaman keluarganya yang memiliki kebiasaan memperingati Maulid di rumah setiap memasuki bulan Maulid. Tradisi tersebut disebutnya sebagai salah satu cara menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak dari lingkungan keluarga.

Di luar pesan keagamaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan 4.000 paket sembako kepada masyarakat.

Ribuan warga dari berbagai wilayah menghadiri Maulid Akbar tersebut. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan lantunan selawat di Lapangan Sepak Bola Desa Marga Kencana.

Baca Juga: Tiga ASN Sulteng Tutup Masa Pengabdian, Ada yang 35 Tahun

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Banggai Amirudin, Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda Kabupaten Banggai, pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tengah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.***

Editor : Muhammad Awaludin
Maulid Toili Jaya Maulid Akbar Banggai Nabi Muhammad SAW Toili Jaya Anwar Hafid