Tiga ASN Sulteng Tutup Masa Pengabdian, Ada yang 35 Tahun

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:29 WIB
Sekprov Sulteng Novalina menyerahkan SK purna bakti kepada tiga ASN yang mengakhiri masa pengabdian di lingkungan Sekretariat Daerah Sulteng, Senin (28/9). FOTO: BIRO ADPIM
Sekprov Sulteng Novalina menyerahkan SK purna bakti kepada tiga ASN yang mengakhiri masa pengabdian di lingkungan Sekretariat Daerah Sulteng, Senin (28/9). FOTO: BIRO ADPIM

 

RADAR PALU – Lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari birokrasi bukan perjalanan singkat. Bagi tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, masa pengabdian itu kini sampai pada penghujung tugas.

Ketiganya menerima Surat Keputusan (SK) purna bakti dalam apel di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (28/9). Sekretaris Provinsi Sulteng Novalina menyerahkan langsung SK tersebut sekaligus menyampaikan penghargaan atas masa kerja mereka.

Tiga ASN yang memasuki masa purna bakti tersebut yakni Kepala Subbagian Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Pengadaan Barang dan Jasa Abdul Mualif, Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda Hendrikus Victor Waktuna, serta Penelaah Teknis Kebijakan Adhlia. 

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Ikuti Diskusi Strategi Penguatan Indikasi Geografis

Abdul Mualif dan Hendrikus Victor Waktuna masing-masing tercatat telah mengabdi selama 35 tahun 7 bulan. Sementara Adhlia menjalani masa kerja selama 23 tahun 9 bulan.

Bagi Novalina, panjangnya masa kerja tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan birokrasi di lingkungan Pemprov Sulteng. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi ketiganya selama menjalankan tugas sebagai ASN.

"Terima kasih atas pengabdiannya selama ini. Insya Allah saya yakin segala karya yang Bapak dan Ibu lakukan selama masa kerja akan tercatat sebagai amal dan ibadah," ujar Novalina. 

Baca Juga: PERMIPPOS akan Gelar Mubes dan Molimbu Bangke, Diagendakan Dibuka Wali Kota Palu

Menurutnya, pengabdian lebih dari 35 tahun bukan waktu yang singkat. Karena itu, pelepasan secara resmi dinilai penting sebagai bentuk penghormatan kepada ASN yang telah menyelesaikan perjalanan tugasnya.

Novalina mengatakan, pelepasan ASN yang memasuki masa purna bakti sebelumnya belum menjadi kegiatan yang rutin dilakukan di lingkungan Sekretariat Daerah.

Ia berharap momentum tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan positif sehingga ASN yang memasuki masa pensiun mendapat penghormatan atas perjalanan pengabdiannya.

"Mudah-mudahan ini menjadi budaya kita. Untuk siapa saja yang memasuki masa purna bakti, kita lepas secara resmi pada kesempatan-kesempatan seperti ini," katanya.

Apel tersebut turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Rusmiadi, Asisten Administrasi Umum Abdul Raaf Malik, pejabat eselon III dan IV serta jajaran staf ASN.***

Editor : Muhammad Awaludin
purna bakti ASN ASN Sulteng birokrasi sulteng Pemprov Sulteng novalina