Remaja Palu Diingatkan Kenali Anemia, Kesehatan Berpengaruh ke Belajar

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:39 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido berdialog dengan siswa SMA Negeri 1 Palu dalam kegiatan edukasi pencegahan anemia, Jumat (25/9/2026). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido berdialog dengan siswa SMA Negeri 1 Palu dalam kegiatan edukasi pencegahan anemia, Jumat (25/9/2026). FOTO: BIRO ADPIM SULTENG

 

RADAR PALU – Kondisi kesehatan remaja ikut menentukan kemampuan mereka menjalani aktivitas sekolah, berkonsentrasi saat belajar hingga mengejar cita-cita.

Salah satu persoalan yang perlu dikenali sejak usia sekolah adalah anemia. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan darah, tetapi dapat memengaruhi kebugaran dan aktivitas sehari-hari.

Hal itu menjadi perhatian dalam kegiatan “Remaja Berani Tanpa Anemia” yang digelar di SMA Negeri 1 Palu, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Bupati Morut Bahas Penanggulangan TBC dengan Wamenkes

Kegiatan yang menjadi bagian dari Bakti Sosial Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka HUT ke-36 Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Palu tersebut diisi dengan pemeriksaan golongan darah dan edukasi mengenai pencegahan anemia.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido yang hadir dalam kegiatan itu mengingatkan para siswa agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama masa pertumbuhan.

“Jangan anggap kesehatan sebagai sesuatu yang sepele. Kenali tubuh kita, perhatikan kesehatan kita dan jangan ragu melakukan pemeriksaan. Kalau tubuh sehat, kita bisa belajar dengan baik dan mengejar cita-cita,” kata Reny.

Baca Juga: Djira Tekankan Sportivitas di Pordes Bungku Utara

Bukan Sekadar Soal Kekurangan Darah

Menurut Reny, anemia perlu dipahami sebagai persoalan yang dapat berpengaruh terhadap kebugaran, konsentrasi belajar, produktivitas hingga kualitas aktivitas sehari-hari.

Karena itu, para pelajar didorong mulai memperhatikan pola makan, berolahraga dan melakukan pemeriksaan kesehatan ketika diperlukan.

Perhatian juga perlu diberikan kepada remaja putri yang berada dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan pemahaman lebih mengenai pemenuhan gizi.

Pesan kesehatan tersebut disampaikan bersamaan dengan pemeriksaan golongan darah bagi siswa. Bagi Reny, informasi mengenai golongan darah merupakan pengetahuan dasar yang penting bagi setiap orang.

Namun, pemeriksaan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kebiasaan mengenali kondisi kesehatan sejak dini.

Baca Juga: BNI dan APINDO Sulteng Perkuat Sinergi Pembiayaan dan Pengembangan Dunia Usaha di Palu

Sehat untuk Mengejar Cita-Cita

Di hadapan para siswa, Reny tidak hanya berbicara mengenai kesehatan. Alumni SMA Negeri 1 Palu itu juga mendorong pelajar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, berorganisasi, berolahraga dan berkarya.

Ia mengingatkan bahwa cita-cita membutuhkan kondisi tubuh yang mendukung proses belajar dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Satgas Hilirisasi dan UNTAD Gelar Lokakarya, Aktivitas Tambang CPM dan Morowali Jadi Sorotan

“Kejar cita-cita setinggi langit. Jangan berhenti belajar. Kalian harus sehat supaya bisa terus sekolah, kuliah dan mewujudkan apa yang kalian cita-citakan,” ujarnya.

Reny juga memperkenalkan Program Berani Cerdas kepada para siswa. Ia mendorong lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan yang tersedia melalui program tersebut.

Bagi siswa yang bercita-cita menjadi dokter, Reny meminta mereka tidak ragu memasang target pendidikan tinggi.

“Kalau bisa masuk kedokteran, silakan. Siapa tahu nanti ada di antara adik-adik yang menjadi dokter seperti saya. Yang penting belajar sungguh-sungguh, jaga kesehatan dan jangan takut punya cita-cita tinggi,” katanya.

Dipersiapkan dari Bangku Sekolah

Persiapan menuju Indonesia Emas 2045, lanjut Reny, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.

Generasi muda juga membutuhkan kesehatan jasmani, mental yang kuat, akhlak yang baik dan kemauan untuk terus belajar.

“Anak-anak muda adalah bagian penting dari masa depan daerah kita. Membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan pendidikan akademik. Kita juga harus memastikan generasi muda tumbuh sehat, kuat, percaya diri dan memiliki kesadaran terhadap kesehatan dirinya sendiri,” ujarnya.

Kegiatan di SMA Negeri 1 Palu turut dihadiri Ketua PDS PatKLIn Cabang Palu Rosa Dwi Wahyuni, Kepala SMA Negeri 1 Palu Dahlan Moh. Saleh, unsur Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, dokter spesialis patologi klinik, tenaga kesehatan, guru dan para siswa.***

Editor : Muhammad Awaludin
anemia remaja SMA Negeri 1 Palu Reny Lamadjido Kesehatan Pelajar Berani Cerdas