Maulid Nabi dan Silaturahim Kebangsaan PW IKA PMII Sulteng: Telur Maulid dari Warga Non-Muslim Jadi

lib • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 10:55 WIB
Wakil gubernur Sulteng, dr Reny A Lamadjido saat memberi sambutan pada acara PW IKA PMII Sulteng.
Wakil gubernur Sulteng, dr Reny A Lamadjido saat memberi sambutan pada acara PW IKA PMII Sulteng.

RADAR PALU — Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahim Kebangsaan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kerukunan, serta komitmen kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, jajaran pengurus dan alumni PMII, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah elemen masyarakat.

Yang menarik, dalam pelaksanaan Maulid Nabi tersebut, telur Maulid disiapkan oleh warga non-Muslim. Peristiwa sederhana ini menjadi pesan kuat bahwa keberagaman agama tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu, bergotong royong, dan membangun persaudaraan kemanusiaan.

Baca Juga: Menkeu Baru Punya PR Besar, Safri Desak Kepastian DBH untuk Daerah

PW IKA PMII Sulteng memandang keterlibatan warga non-Muslim tersebut sebagai gambaran nyata kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Tengah yang menjunjung tinggi toleransi.

“Telur Maulid yang disiapkan oleh saudara-saudara kita yang non-Muslim adalah simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk saling menghormati, saling membantu dan bergotong royong. Inilah wajah kebangsaan yang ingin kita rawat,” ujar Ketua PW IKA PMII Sulawesi Tengah.

 

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada seremoni keagamaan. Keteladanan Rasulullah SAW harus diterjemahkan ke dalam kehidupan sosial, terutama dalam membangun persaudaraan, menghormati perbedaan, menegakkan keadilan dan menciptakan kedamaian.

Baca Juga: Arus TKA China ke Sulteng Meningkat, Safri Minta Imigrasi Morowali Cek Pekerjaan Mereka di Lapangan

Kehadiran Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah dalam kegiatan tersebut juga memperkuat pesan bahwa silaturahim dan persatuan umat merupakan bagian penting dari tanggung jawab kebangsaan. Perbedaan organisasi, tradisi maupun corak pemikiran keislaman dapat ditempatkan dalam semangat yang sama untuk menjaga persatuan masyarakat.

“Kita boleh berbeda agama, berbeda organisasi dan berbeda latar belakang. Tetapi dalam kehidupan kebangsaan kita mempunyai tanggung jawab yang sama: menjaga persaudaraan, menjaga kedamaian dan menjaga Indonesia,” tegasnya.

 

PW IKA PMII Sulawesi Tengah menegaskan bahwa Silaturahim Kebangsaan akan terus menjadi ruang mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Agama diharapkan tidak hanya hadir sebagai sumber nilai spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan moral untuk memperkuat kemanusiaan, toleransi dan persatuan.

Baca Juga: Safri Apresiasi Kontribusi IMIP Bangun Drainase di Jalur Trans Sulawesi

Momentum Maulid Nabi kali ini sekaligus memperlihatkan bahwa Palu dan Sulawesi Tengah memiliki modal sosial yang kuat untuk merawat keberagaman.

Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan; berbeda dalam organisasi, bersatu dalam kebangsaan.

 

Itulah pesan yang ingin ditegaskan PW IKA PMII Sulawesi Tengah melalui Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahim Kebangsaan.

Editor : lib
Maulid Nabi 1448 H PW IKA PMII Sulteng Silaturahim Kebangsaan Toleransi Sulawesi Tengah kerukunan umat beragama