TICEB 2026 di Palu Gandeng Pemda dan Dunia Usaha, Hadirkan Pembicara dari Lima Negara

lib • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:23 WIB
Panitia TICEB ke-4 Tahun 2026 saat melakukan road show dan audiensi dengan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk memperkuat dukungan penyelenggaraan konferensi internasional di Kota Palu.
Panitia TICEB ke-4 Tahun 2026 saat melakukan road show dan audiensi dengan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk memperkuat dukungan penyelenggaraan konferensi internasional di Kota Palu.

RADAR PALU — Panitia Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) ke-4 Tahun 2026 terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan sejumlah pemangku kepentingan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Rangkaian road show dilakukan panitia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) untuk memastikan dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan konferensi internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di salah satu hotel di Kota Palu.

Pada Selasa (15/9), tim panitia yang dipimpin Ketua TICEB ke-4 Failur Rahman, Wakil Ketua Yusrab Ardianto Sabban, dan Sekretaris Pricilya D Buntuang bertemu dengan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.

Baca Juga: Griya Tadulako Masih Andalkan Sumur Bor, Ini Respons Perumdam AVO

Ketua TICEB ke-4 Failur Rahman mengatakan, dalam pertemuan tersebut Wali Kota Palu menyatakan kesiapan untuk hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan konferensi internasional.

"Pak Wali Kota sudah menyatakan kesiapan pada pembukaan konferensi internasional," kata Failur, Jumat (18/9).

Pemerintah Kota Palu, kata Failur, turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan TICEB, termasuk melalui media promosi di videotron serta pelaksanaan gala dinner sebagai bagian dari rangkaian kegiatan konferensi.

Baca Juga: Mentan Amran Dorong Alumni Tadulako Ubah Mindset dan Berani Ciptakan Lapangan Kerja

Foto kedua: Pihak panitia saat kolaborasi dengan Apindo dan Radar Palu, Jawa Pos.
Foto kedua: Pihak panitia saat kolaborasi dengan Apindo dan Radar Palu, Jawa Pos.

Dukungan pemerintah daerah juga diperluas dengan mengundang Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid untuk menjadi salah satu pembicara pada pembukaan konferensi.

 Rektor Universitas Tadulako Prof Amar dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untad Prof Wahyuningsih juga dijadwalkan mengisi rangkaian acara.

Failur menjelaskan, TICEB merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dengan fokus pada isu ekonomi dan bisnis. 

Baca Juga: Kebersamaan: Kado Kecil Untuk Dies Natalis Ke-45 Universitas Tadulako

Forum ini menjadi ruang akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan serta membahas perkembangan ekonomi dan bisnis.

"Konferensi ini diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai pemikiran dan perspektif mengenai ekonomi dan bisnis, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai stakeholder," ujarnya.

Pada Jumat (18/9), panitia kembali melakukan road show dengan menemui sejumlah mitra, termasuk PT Telkom Indonesia dan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Pemda Morowali Gelar Malam Ramah Tamah Bersama Danrem 132 Tadulako

Melalui Sekretaris Apindo Sulteng Ito Lawputra, panitia berharap Ketua Apindo Sulteng Wijaya Chandra dapat hadir dalam forum internasional tersebut.

Kolaborasi dengan Apindo juga diarahkan tidak berhenti pada pelaksanaan TICEB. Panitia berencana melanjutkan kerja sama melalui berbagai program yang dinilai dapat mempertemukan kepentingan akademik dengan kebutuhan dunia usaha.

TICEB ke-4 Tahun 2026 akan menghadirkan lima keynote speaker dari lima negara, yakni Indonesia, Australia, Turki, Pakistan, dan India. Kehadiran pembicara internasional tersebut diharapkan memperluas perspektif dan jejaring dalam pembahasan isu ekonomi dan bisnis.

Baca Juga: Nur Ramlah Terpilih Sebagai Wakil BEM Universitas Tadulako Periode 2026–2027

Dengan dukungan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta dunia usaha, pelaksanaan TICEB 2026 di Kota Palu sekaligus menjadi momentum memperkuat jejaring akademik dan bisnis serta membuka ruang kolaborasi ekonomi yang lebih luas.***

Editor : lib
TICEB Lima Negara Fakultas Ekonomi untad dunia usaha