RADAR PALU – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Tengah didorong tidak hanya menjadi tempat aktivitas perdagangan, tetapi juga mulai terlibat langsung dalam proses produksi.
Langkah ini dinilai penting agar potensi ekonomi di desa dan kelurahan bisa dikembangkan menjadi usaha yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, saat mewakili Gubernur pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026.
Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Palu, Dua Ponsel dan Sejumlah Barang Terlarang Disita
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Workshop Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) itu berlangsung di Gedung Pogombo, Kamis (17/9).
Potensi Lokal Jadi Modal Usaha Koperasi
Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tak ke Bandara Sebelum Jadwal Penerbangan Dipastikan
Rudi menilai, kekayaan sumber daya alam Sulawesi Tengah dapat menjadi bekal bagi koperasi untuk membangun basis usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Namun, potensi tersebut perlu diikuti kemampuan pengurus dalam membaca peluang ekonomi dan menentukan jenis usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas perdagangan dalam rantai distribusi, tetapi juga berani menjajaki keterlibatan pada rantai produksi.
Dengan begitu, koperasi berpeluang mengambil peran lebih luas dalam kegiatan ekonomi, mulai dari menghasilkan produk hingga memasarkannya.
“Pemanfaatan teknologi bisa membantu pemasaran dan pengembangan usaha koperasi,” ujar Rudi.
Ia juga mendorong pengurus memanfaatkan digitalisasi layanan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperluas pemasaran produk.
Kekuatan Koperasi Ada pada Kebersamaan
Baca Juga: Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi
Menurut Rudi, koperasi memiliki karakter usaha yang bertumpu pada kebersamaan anggota. Prinsip tersebut menjadi salah satu kekuatan koperasi dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Ia menyebut koperasi telah menunjukkan kemampuan bertahan di tengah berbagai krisis, termasuk pandemi Covid-19.
“Jantung dari gagasan koperasi itu sendiri ialah bagaimana kekuatan yang lahir dari kebersamaan dapat menjadi kekuatan ekonomi yang memberi martabat kepada rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: IKM Kosmetik Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini, Ekspor Parfum dan Gel Rambut Capai Rp707 Juta
Bagi koperasi desa dan kelurahan, semangat kebersamaan itu diharapkan tidak berhenti pada keanggotaan, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Rudi berharap workshop tersebut menghasilkan gagasan dan langkah pembenahan yang dapat mendorong koperasi menjadi lebih profesional, mandiri, dan berkeadilan.
Pengembangan koperasi, lanjutnya, juga diharapkan sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yakni perekonomian sebagai usaha bersama dengan kemakmuran rakyat sebagai tujuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng H. Sumarno, Ketua Dekopinwil Sulteng Abdul Malik Bram, serta unsur Forkopimda, akademisi Universitas Tadulako, jajaran OPD teknis, dan insan koperasi.***
Editor : Muhammad Awaludin