RADAR PALU — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir melantik Pengurus PWI Surakarta periode 2026-2031 di Hotel Sunan, Solo, Sabtu (12/9) malam.
Sri Hartanto resmi dipercaya memimpin PWI Surakarta untuk masa bakti lima tahun ke depan. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat profesionalisme wartawan sekaligus menjaga marwah pers di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekosistem media.
Pelantikan kali ini memiliki makna historis bagi PWI Surakarta. Kota Solo menjadi bagian penting dalam sejarah organisasi wartawan tersebut karena PWI lahir di Surakarta pada 9 Februari 1946.
Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Koordinasi dengan PWI Sulteng
Kelahiran PWI tidak terlepas dari kiprah para wartawan pejuang yang turut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jejak sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas PWI Surakarta hingga kini.
Karena itu, kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjalankan fungsi organisasi profesi, tetapi juga melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang melekat dalam sejarah pers Indonesia.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat menghadiri prosesi pelantikan. Di antaranya Wali Kota Solo Respati Ardi, Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo, Kapolresta Kota Madiun Kombes Pol Catur Cahyono, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, serta mantan Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang selama ini menjadi mitra kerja PWI Surakarta juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Akhmad Munir dalam kesempatan itu mengukuhkan kepengurusan PWI Surakarta sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi dan meningkatkan kualitas kehidupan pers di daerah.
Kepengurusan periode 2026-2031 diharapkan dapat menjawab tantangan dunia jurnalistik yang terus berubah, termasuk perkembangan teknologi digital, sekaligus memastikan wartawan tetap menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Bupati Delis Berharap UKW PWI Morut Lahirkan Wartawan Kompeten dan Berintegritas
Posisi Surakarta sebagai kota kelahiran PWI juga menjadi pengingat bahwa profesi wartawan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Para wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi pada masa perjuangan turut mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan.
Warisan sejarah tersebut menjadi tanggung jawab generasi wartawan saat ini untuk terus dirawat melalui praktik jurnalistik yang menjunjung akurasi, keberimbangan, etika, dan kepentingan publik.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PWI Surakarta diharapkan semakin kuat menjalankan perannya sebagai rumah profesi wartawan sekaligus mitra strategis pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur
Dari Kota Solo, tempat PWI dilahirkan, kepengurusan periode 2026-2031 diharapkan mampu membawa organisasi tetap relevan menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan akar sejarah dan marwah profesi jurnalistik. ***
Editor : lib