Safri Apresiasi Kontribusi IMIP Bangun Drainase di Jalur Trans Sulawesi

lib • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 20:49 WIB
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng Muhammad Safri meninjau pembangunan drainase di sepanjang Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Bahodopi, Morowali. (Ilustrasi)
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng Muhammad Safri meninjau pembangunan drainase di sepanjang Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Bahodopi, Morowali. (Ilustrasi)

RADAR PALU - Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, mengapresiasi kontribusi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam membantu memperbaiki infrastruktur publik di Kabupaten Morowali.

Apresiasi tersebut disampaikan Safri usai melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Morowali beberapa waktu lalu. 

Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatiannya adalah pembangunan drainase beton di sepanjang Jalan Nasional Trans Sulawesi, khususnya di wilayah Labota, Keurea, dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi.

Baca Juga: BRI Poso Gelar Maulid Nabi 1448 H, Hadirkan Kakan Kemenag Poso  

Safri menilai pembangunan drainase tersebut penting karena jalur Trans Sulawesi merupakan jalan yang setiap hari digunakan masyarakat dan pekerja di kawasan industri.

"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, pembangunan drainase ini merupakan langkah yang patut diapresiasi. Manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam mengurangi genangan dan menjaga kenyamanan pengguna jalan," kata Safri, Sabtu (12/9/2026).

Berdasarkan informasi dari IMIP, pembangunan drainase tersebut telah dilakukan dalam lima tahap. Hingga tahap I sampai V, sebanyak 3.083 unit U-ditch telah dipasang dengan total panjang mencapai 9.028 meter atau sekitar 9 kilometer.

Baca Juga: Sekkab Morowali Sampaikan Jawaban Bupati di Pandangan Umum Fraksi untuk Perubahan APBD 2026

Drainase tersebut dibangun untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Namun, Safri mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada pengerjaan fisik saja. Menurutnya, pemerintah dan perusahaan perlu memastikan infrastruktur yang sudah dibangun benar-benar berfungsi dan dirawat secara berkelanjutan.

"Jangan hanya membangun, kemudian setelah itu tidak ada pemeliharaan. Yang harus kita lihat adalah manfaatnya dalam jangka panjang bagi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Palu, Perempuan 20 Tahun Tempuh Jalur Hukum

Safri juga meminta Pemprov Sulteng dan Pemkab Morowali memperkuat koordinasi dengan pihak perusahaan. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur di kawasan Bahodopi cukup besar sehingga harus ditangani berdasarkan perencanaan yang jelas.

Selain drainase, IMIP juga menyebut telah melakukan perbaikan darurat di 10 titik jalan rusak sepanjang 1,29 kilometer pada Februari 2026. Pada 2025, perusahaan juga melakukan penataan jalan nasional sepanjang 1,6 kilometer di 18 titik.

Safri berharap kontribusi perusahaan terhadap infrastruktur publik terus ditingkatkan, terutama pada fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: IMIP Bangun 9 Km Drainase Beton di Jalan Trans Sulawesi Morowali, 3.083 U-ditch Terpasang

Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik.

"Investasi harus memberikan manfaat yang lebih luas. Ketika kawasan industri berkembang, masyarakat di sekitarnya juga harus merasakan dampak positifnya," kata Safri.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan tetap diperlukan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Baca Juga: Semangat Maulid Nabi Jadi Energi Moral Membangun Kota Palu

"Yang kita dorong adalah kerja sama yang jelas, terarah dan berkelanjutan. Pemerintah menjalankan kewenangannya, sementara kontribusi perusahaan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan 
 masyarakat," pungkasnya. ***

Editor : lib
Bahodopi morowali IMIP Safri drainase