Jalur Terjal Masih Jadi Tantangan Warga Dusun Tiga Waturalele

Mugni Supardi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:32 WIB
Akses menuju Dusun Tiga Waturalele, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, masih menjadi tantangan bagi warga maupun petugas kesehatan.
Salah seorang warga Dusun Tiga Waturalele melintas di jalan setapak yang menjadi alternatif menuju perkampungan, Sabtu (29/8/2026).
Akses jalan masih menjadi tantangan masyarakat maupun petugas kesehatan.(Foto: Mugni Supardi)

RADAR PALU – Akses menuju Dusun Tiga Waturalele, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, masih menjadi tantangan bagi warga maupun petugas kesehatan yang hendak keluar masuk wilayah tersebut. 

Akses satu-satunya menuju desa ini hanyalah jalan setapak dengan kontur bebatuan yang terjal.

Jika dengan sepeda motor dan joki yang berpengalaman hanya membutuhkan waktu satu jam sampai di Dusun Tiga Desa Waturalele dari kaki gunung tepatnya di desa Balaroa Pewunu.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Palu, Perempuan 20 Tahun Tempuh Jalur Hukum

Setelah melewati ujung jalan beraspal di Desa Balaroa Pewunu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur berbatu dan jalan setapak dengan medan yang cukup terjal.

Beberapa ratus meter dari ujung jalan beraspal, jalur masih cukup lebar untuk dilalui kendaraan roda empat. Namun, setelah memasuki tanjakan pertama, akses berubah menjadi jalan setapak dengan permukaan tanah dan batu.

Kondisi tersebut membuat perjalanan lebih sulit, terlebih ketika hujan karena jalur menjadi licin.

Baca Juga: Sekkab Morowali Sampaikan Jawaban Bupati di Pandangan Umum Fraksi untuk Perubahan APBD 2026

Meski kendaraan roda dua masih dapat menjangkau hingga kawasan permukiman, perjalanan tetap memiliki risiko karena kondisi medan.

Saat cuaca terik, permukaan jalan juga berdebu, sementara di sisi kanan jalur ketika menanjak terdapat jurang.

Kondisi akses tersebut turut memengaruhi pelayanan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Tim Puskesmas Kaleke, Dolo Barat, Kabupaten Sigi, misalnya, membutuhkan waktu sekitar enam jam berjalan kaki untuk mencapai Dusun III Waturalele dari kaki gunung di Desa Balaroa Pewunu, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Pemkab Touna Perkuat Tata kelola Perizinan dan Pengawasan Lingkungan Hidup

Kepala Puskesmas Kaleke Sitti Hajar, S.ST., M.K.M., mengatakan Waturalele merupakan salah satu wilayah terpencil yang menjadi sasaran pelayanan Puskesmas Kaleke. Tiga wilayah lainnya yakni Dusun Topesino, Desa Mantikole, serta Dusun Ngatapapu dan Dusun Wilao, Desa Balumpeva.

“Walaupun bisa ditempuh dengan motor, tetapi itu bisa mengancam nyawa juga. Saya waktu naik motor beberapa kali turun. Memang sangat sulit,” ujar Sitti.

Dusun Tiga Desa Waturalele dihuni oleh lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa. Sebagian warga, terutama wanita, lebih memilih berjalan kaki karena trauma sering terjatuh saat dibonceng sepeda motor.

"Kalau jalan kaki, bisa sampai 5 sampai 7 jam baru tiba di desa, itu kalau ibu-ibu, kalau kaum pria biasa lebih cepat. Turunnya lebih cepat, sekitar 2 jam," ungkap salah seorang warga, Arifin, beberapa waktu lalu.***

Editor : Mugni Supardi
Dusun III Waturalele Desa Waturalele akses jalan Waturalele jalan terjal Sigi Kecamatan Dolo Barat