RADAR PALU – Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Muh. Syamsu Nursi, S.Pd.I., MM, menyatakan dengan tegas, agar Balai PUPR Sulteng yang mengerjakan proyek Rehabilitasi dan Renovasi PHTC Sulawesi Tengah 3 segera menuntaskan pekerjaannya.
“Tidak bisa diperpajang lagi, karena waktu hanya sampai akhir September 2026 ini. Tidak bisa melewati waktu perpanjangan, “ tegas Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muh. Syamsu Nursi, S.Pd.I., MM, kepada Radar Palu, Jawa Pos group, Rabu (9/9/2026).
Menurut Haji Syamsu, keterlambatan penyelesaian pembangunan madrasah akan berdampak pada proses belajar mengajar. Guru yang mengejar sertifikasi akan bermasalah, dan para siswa merasa dirugikan.
Baca Juga: Jalan Nasional Bungintimbe Diperbaiki, 848 Meter Kini Beton Rigid
Kondisi keterlambatan, atau terbengkalainya proses pembangunan madrasah, disaksikan sendiri ketika turun bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Dr. Junaidin, melakukan pemantauan sejumlah proyek pembangunan madrasah PHTC Sulteng 3, di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Kabupaten Tojo Unauna (Touna), memang hasilnya ada beberapa permasalahan.
“Setelah kami turun memang kami mendapatkan beberapa permasalahan, di madrasah-madrasah yang sedang di renovasi. Masih dalam penyelesaian pekerjaan. Tetapi pekerjaan itu sudah terhenti. Ada yang sudah tidak ada tukangnya. Begitu juga ada tukangnya tetapi tidak ada materialnya, “ sebut Syamsu.
Di Kabupaten Touna, semua pembangunan madrasah belum tuntas yang dikerjakan oleh Balai PUPR. Saya sudah konfirmasi ke PPPK Balai PUPR Sulteng. Dikatakan PPK Balai PUPR, masih dalam tahapan pekerjaan. Penambahannya sampai di bulan September.
Baca Juga: Puluhan Madrasah di Sulteng Mangkrak, Balai PUPR Disorot
Dijelaskannya, saat pihaknya melakukan konfirmasi dan berkoordinasi dengan pihak Balai PUPR mengungakpan keterlambatan pekerjaan itu disebabkan oleh material yang tidak ada di lokasi.
“ Karena ada material yang diambil di luar daerah, misalnya ke Makassar, atau daerah lain, yang tidak ada di Palu, “ungkapnya.
Pihak Balai PUPR mengaku akan menindaklanjuti sesuai dengan masukan kami. Katanya Balai PUPR akan melakukan kroscek sesuai dengan temuan-temuan yang kami dapatkan di lapangan, sesuai dengan kondisi.
Baca Juga: Anggaran Miliaran, Proyek SMAN1 Witaponda Mangkrak dan Dikerja Kembali di 2024
“Saya selaku Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulteng mengharapkan pekerjaan ini dituntaskan. Kalau mengajukan penambahan waktu di September, harus diselesaikan pada bulan September ini juga. Karena anak-anak kami telah dirugikan, “ tegas Syamsu.
“Saat itu, kami menyaksikan sebuah fakta ada madrasah yang hanya meminjam tempat belajar di sekolah lain, hingga merubah waktu belajarnya. Sebab, mereka harus menyesuaikan dengan bangunan sekolah yang ada, “ tandasnya.
“Sekali lagi, kami minta pekerjaan ini dituntaskan, atau digenjot. Karena anak-anak sudah dirugikan sesuai PPM. Harusnya sejak bulan Juli itu mereka sudah mulai aktif belajar. Saya tidak bisa memastikan, tetapi semua ada pada pihak pekerja. Yaitu Balai PUPR yang mengambil pekerjaan ini, dan harus dituntaskan sesuai dengan harapan kita. Agar anak-anak tidak resah dan gelisah terhadap pembangunan madrasah, karena masih dalam pekerjaan, “ pungkas haji Syamsu.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin