RADAR PALU — Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital mendorong kebutuhan akan literasi keuangan yang semakin kuat, terutama di kalangan generasi muda.
Kemampuan memahami kondisi keuangan, mengatur pengeluaran, menabung, hingga menyusun rencana keuangan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan finansial sejak dini.
Hal tersebut menjadi fokus Hannah Asa Indonesia melalui kampanye “Smart Money yaitu, Kenali, Atur, Simpan, dan Rencanakan” yang dilaksanakan pada 5 September 2026 di MAN Insan Cendekia Palu.
Baca Juga: OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Inovasi Teknologi Sektor Keuangan
Kampanye tersebut memperkenalkan empat langkah sederhana dalam mengelola keuangan, yakni Kenali, Atur, Simpan, dan Rencanakan.
Konsep ini dirancang agar pengelolaan keuangan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda yang mulai memiliki kebutuhan dan keputusan finansial secara mandiri.
Langkah pertama adalah kenali kondisi keuangan. Pemahaman terhadap pemasukan, kebutuhan rutin, pengeluaran tambahan, serta kebiasaan menggunakan uang menjadi dasar sebelum mengambil keputusan finansial.
Baca Juga: OJK Sulteng Dorong Pelajar SRT 20 Palu Cerdas Kelola Keuangan
Dengan mengenali pola tersebut, individu dapat lebih mudah membedakan kebutuhan dan keinginan serta menentukan pengeluaran berdasarkan tingkat prioritas.
Tahap berikutnya adalah atur pengeluaran. Kebiasaan membuat anggaran, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menetapkan skala prioritas menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan uang.
Pengelolaan yang terencana juga dapat membantu mengurangi pengeluaran impulsif, terutama di tengah semakin mudahnya transaksi melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Komisi I DPRD Sulteng Evaluasi Reses, Dorong Juknis Pertanggungjawaban Keuangan
Selanjutnya, generasi muda didorong untuk menyimpan sebagian uang secara rutin. Kebiasaan menabung tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya nominal, tetapi oleh konsistensi dalam menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan maupun menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Sementara itu, tahap terakhir adalah merencanakan tujuan keuangan. Tujuan yang jelas, baik untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, maupun panjang, dapat membantu seseorang mengambil keputusan finansial secara lebih terarah.
Head of PR Hannah Asa Indonesia, Regina Meringgi, mengatakan literasi keuangan perlu ditempatkan sebagai kebiasaan, bukan sekadar pemahaman terhadap istilah dan konsep finansial.
Baca Juga: PT Mamuang dan Karsa Perkuat Ekonomi Masyarakat Adat Kaili Tado melalui Literasi Keuangan
“Smart Money kami dorong sebagai kebiasaan sederhana yang bisa dimulai siapa saja. Kenali kondisi keuangan kita, atur sesuai prioritas, sisihkan untuk kebutuhan di masa depan, kemudian rencanakan tujuan keuangan dengan lebih jelas,” kata Regina.
Menurut dia, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses layanan keuangan dan melakukan transaksi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi kemampuan mengambil keputusan keuangan secara sadar dan bertanggung jawab.
Regina menilai literasi keuangan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai produk atau istilah finansial, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan menjadi kebiasaan.
Baca Juga: PT Mamuang dan Karsa Perkuat Ekonomi Masyarakat Adat Kaili Tado melalui Literasi Keuangan
“Kami ingin generasi muda tidak hanya cerdas menggunakan uang, tetapi juga mampu merencanakan masa depannya dengan lebih sadar dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Program tersebut mendapat respons dari peserta. Hukma, peserta Bootcamp Batch 103 sekaligus murid baru kelas 10, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya mengatur keuangan.
“Ke depannya, saya ingin lebih fokus dan teliti dalam mengelola uang, terutama dalam membedakan kebutuhan dan keinginan,” kata Hukma.
Baca Juga: IPKD 2026, Pemprov Sulteng Siapkan Tim Validasi untuk Uji Kinerja Keuangan 13 Kabupaten/Kota
Hannah Asa Indonesia berharap kampanye Smart Money dapat memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan keuangan merupakan bagian dari keterampilan hidup yang perlu dibangun secara bertahap.
Mengenali kondisi keuangan, mengatur pengeluaran berdasarkan prioritas, menyisihkan uang secara konsisten, serta menetapkan tujuan finansial menjadi empat kebiasaan dasar yang dapat diterapkan sejak usia muda.
Smart Money pada akhirnya bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, melainkan bagaimana seseorang mampu mengenali, mengatur, menyimpan, dan merencanakan keuangannya secara lebih cerdas dan bertanggung jawab. ***
Editor : lib