RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar seminar akhir dokumen Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD-PUG) Kabupaten Morowali tahun 2025–2029.
Kegiatan dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Morowali, Iriane Iliyas, bersama sejumlah pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Morowali, berlangsung di aula Bapelitbangda, Minggu (6/9/2026).
Wabup Morowali Iriane Iliyas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan, kepada seluruh panitia penyelenggara, tim penyusun, perangkat daerah serta stakeholder terkait yang telah mengawal proses penyusunan RAD-PUG sejak tahap awal hingga memasuki seminar akhir.
Baca Juga: Merajut Kerukunan di Tengah Industri Nikel Morowali, IMIP dan Warga Menjaga Keberagaman
Menurutnya, dokumen tersebut merupakan langkah strategis daerah dalam mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan potensi perempuan maupun laki-laki ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan.
Iriane menegaskan, pengarusutamaan gender bukan merupakan tujuan akhir, melainkan strategi utama untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai aspek pembangunan.
Karena itu, setiap kebijakan, program dan kegiatan pemerintah daerah diharapkan tidak diskriminatif, tetapi responsif terhadap kebutuhan perempuan, laki-laki, anak serta kelompok rentan lainnya, termasuk dalam memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi dan perlindungan sosial.
Baca Juga: Ratusan TKA China Masuk Palu Tiap Pekan, Mayoritas Melanjutkan Perjalanan ke Morowali
Ia menyebut, seminar akhir penyusunan RAD PUG menjadi tonggak penting karena dokumen tersebut nantinya diharapkan menjadi kompas sekaligus panduan operasional bagi seluruh perangkat daerah dalam merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi pembangunan yang responsif gender.
Untuk itu, Iriane meminta seluruh perangkat daerah mencermati dan menyempurnakan dokumen agar selaras dengan RPJMD serta visi dan misi pembangunan daerah, sekaligus mengimplementasikan rencana aksi ke dalam program dan kegiatan yang nyata.
Selain itu, Wabup juga mendorong penguatan koordinasi dan komitmen bersama melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG), sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Sekkab Morowali Tegaskan Pemeriksaan BPK Jadi Tanggung Jawab Bersama
Dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim, Iriane Iliyas secara resmi membuka Seminar Akhir Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG) Kabupaten Morowali Tahun 2025–2029.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin