RADAR PALU – Sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu menuju Jakarta dibatalkan, Minggu (6/9/2026). Pembatalan dilakukan setelah adanya gangguan operasional penerbangan di sejumlah bandara tujuan akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Prasetiyohadi, mengatakan pembatalan penerbangan dari Palu berkaitan dengan kondisi bandara di wilayah Jakarta yang terdampak abu vulkanik.
“Bukan penutupan. Tapi cancel flight karena adanya NOTAM abu vulkanik di Cengkareng,” kata Prasetiyohadi kepada Radar Palu, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik Malam Ini, Sejumlah Wilayah Palu hingga Morowali Utara Terdampak
Berdasarkan informasi operasional yang diterima, sejumlah penerbangan yang terdampak antara lain Batik Air BTK 6560, Garuda Indonesia GIA622, Super Air Jet SJV 254, dan Rimbun Air OEY 300. Sedangkan untuk sementara rute penerbangan dari Palu menuju Surabaya, Makassar, Morowali dan Luwuk masih normal.
Kondisi tersebut terjadi menyusul penerbitan NOTAM AirNav Indonesia terkait dampak abu vulkanik terhadap operasional penerbangan di wilayah Jakarta.
Dalam NOTAM yang dikeluarkan, AirNav Indonesia mencantumkan kondisi aerodrome Soekarno-Hatta (WII) yang ditutup sementara akibat abu vulkanik. NOTAM berlaku mulai 5 September 2026 pukul 13.00 UTC (21.00 WITA) hingga 6 September 2026 pukul 03.00 UTC (11.00 WITA) dengan status estimasi.
Baca Juga: Disnakertrans Sulteng Temukan 6 Temuan K3 di IMIP Morowali, Perusahaan Diminta Segera Berbenah
Selain Soekarno-Hatta di Cengkareng, Prasetiyohadi juga menyebut tiga bandara lain di wilayah Jabodetabek turut terdampak operasionalnya, yakni Bandara Halim Perdanakusuma, Budiarto Curug dan Pondok Cabe.
Prasetiyohadi mengatakan pihak Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu masih menunggu informasi dan NOTAM selanjutnya terkait perkembangan kondisi penerbangan.
AirNav Indonesia juga mengingatkan bahwa informasi NOTAM bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi penerbangan.***
Editor : Mugni Supardi