Bukan Sekadar Seremoni, Maulid Nabi Diingatkan sebagai Cermin Integritas Aparatur

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:44 WIB
Jajaran Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Palu, Kamis (3/9/2026). FOTO: ISTIMEWA
Jajaran Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Palu, Kamis (3/9/2026). FOTO: ISTIMEWA

 

RADAR PALU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum kelahiran Rasulullah menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali pentingnya kejujuran, tanggung jawab, keikhlasan, dan integritas dalam menjalankan kehidupan, termasuk saat melayani masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diikuti jajaran Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (3/9/2026).

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin baik, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dinilai masih sangat relevan. Amanah dalam menjalankan tugas, kejujuran dalam mengambil keputusan, hingga kepedulian terhadap sesama menjadi prinsip yang perlu diterapkan dalam lingkungan kerja.

Baca Juga: Rute Penerbangan IMIP–Palu Resmi Beroperasi

Kepala Biro Organisasi Setda Sulteng, Neng Elly, mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai moral dan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pengingat bagi setiap aparatur agar tidak sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan, melainkan menempatkan tanggung jawab dan keikhlasan sebagai bagian dari pengabdian.

“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan integritas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Fasilitasi Harmonisasi Sejumlah Raperda Kabupaten Banggai

Ia menilai semangat keteladanan Rasulullah perlu diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Bukan hanya dalam hubungan antarsesama pegawai, tetapi juga dalam cara aparatur memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Integritas aparatur menjadi salah satu hal yang terus mendapat perhatian dalam upaya memperbaiki kualitas birokrasi. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah seperti amanah, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dinilai dapat menjadi fondasi dalam menjalankan tugas.

Momentum Maulid Nabi juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja. Soliditas dan komitmen bersama dinilai penting untuk menghadirkan organisasi yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi memiliki orientasi kuat terhadap pelayanan publik.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, semangat keteladanan Rasulullah diharapkan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut diisi dengan pembacaan doa bersama. Kegiatan diikuti pejabat eselon III dan IV serta seluruh staf di lingkungan Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Tengah.

Bagi jajaran aparatur, peringatan keagamaan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan aturan birokrasi. Sikap, integritas, serta keikhlasan dalam menjalankan amanah juga menjadi bagian penting yang menentukan kepercayaan publik.

Melalui momentum Maulid, keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak hanya dikenang dalam peringatan tahunan, tetapi benar-benar tercermin dalam cara aparatur bekerja dan menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
integritas aparatur Biro Organisasi Sulteng Maulid Nabi Muhammad SAW PEMERINTAH PROVINSI SULTENG Pelayanan masyarakat