Pencuci Sepatu Ikut Jadi Korban Terkena Peluru Nyasar di Tombolotutu

Muchsin Siradjudin • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:35 WIB
KORBAN KETIGA: Insiden penembakan di Jalan Tombolotutu, tepatnya di depan salah satu gerai Alfamidi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (27/8/2026) malam, ternyata menimbulkan korban lain selain juru parkir (jukir) Dedi.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
KORBAN KETIGA: Insiden penembakan di Jalan Tombolotutu, tepatnya di depan salah satu gerai Alfamidi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (27/8/2026) malam, ternyata menimbulkan korban lain selain juru parkir (jukir) Dedi.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Insiden penembakan di Jalan Tombolotutu, tepatnya di depan salah satu gerai Alfamidi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (27/8/2026) malam, ternyata menimbulkan korban lain selain juru parkir (jukir) Dedi.

Seorang pemuda berinisial Af (26), warga Perumahan Dosen (Perdos) Tondo, Kota Palu, dilaporkan terkena peluru yang diduga nyasar saat insiden terjadi sekitar pukul 21.10 WITA tersebut.

Af diketahui sehari-hari menjalankan aktivitas sebagai pencuci sepatu menggunakan booth yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Ada Korban Ketiga di Insiden Penembakan di Jln. Tombolotutu, Kena Peluru Nyasar di Bagian Leher

Kakak korban, Idamsyah, mengatakan Af saat itu berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Tanpa diduga, sebuah peluru mengenai bagian lehernya.

“Adik saya Af berada di TKP. Dia sehari-hari membuka aktivitas sebagai pencuci sepatu, tidak jauh dari Alfamidi, Jalan Tombolotutu atas. Dia kena peluru nyasar yang ditembakkan saat itu,” kata Idamsyah saat ditemui di IGD RS Sindhu Trisno, Jumat (28/8/2026).

Setelah terkena peluru, Af berinisiatif ke Apotek terdekat. Namun, setelah melihat ada darah dari bahunya korban, pegawai Apotek kemudian langsung membawa Af ke Rumah Sakit (RS) Sindhu Trisno, di Jln. Sisingamangaraja, Kota Palu.

 

Baca Juga: Terekam CCTV! Juru Parkir Kejar Pria Diduga Polisi dengan Parang, Berujung Penembakan

Dokter yang menangani Af kemudian menyampaikan kepada keluarga bahwa korban harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil tersebut.

“Rencananya pagi ini pukul 09.00 WITA adik saya Af akan menjalani operasi. Namun digeser pada pukul 13.30. Doakan semoga adik saya selamat dalam operasi ini,” ujar Idam.

Selama Af menjalani perawatan, sejumlah anggota kepolisian juga mendatangi RS Sindhu Trisno. Polisi disebut sempat menanyakan kondisi korban serta keterangan Af terkait situasi di lokasi kejadian.

Baca Juga: Jukir Korban Dugaan Penembakan di Alfamidi Tombolotutu Meninggal Dunia

Sementara itu, insiden penembakan tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Polisi masih mengumpulkan informasi dan mencocokkannya dengan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian.

Sebelumnya, seorang jukir bernama Dedi juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Penembakan itu disebut berkaitan dengan aksi seorang oknum anggota Polri yang sebelumnya diduga terkena tebasan senjata tajam dari jukir.

Idamsyah berharap kondisi adiknya mendapat perhatian dari Polda Sulawesi Tengah maupun aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Terjadi Penembakan di Depan Alfamidi Jalan Tombolotutu Kota Palu

“Saya berharap adik saya ini mendapatkan perhatian dari Polda Sulteng dan aparat hukum yang menangani kasus penembakan ini. Karena adik saya juga menjadi korban dari peristiwa tersebut,” ucapnya.

Kasus ini masih menjadi perhatian karena selain menimbulkan korban dalam peristiwa utama, seorang warga yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari di sekitar lokasi juga ikut menjadi korban akibat proyektil yang disebut mengenai bagian lehernya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Korban ketiga Insiden penembakan Jln. Tombolotutu Palu Ada korban lain