RADAR PALU — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera (KPRS) di Sulawesi Tengah. Langkah tersebut dilakukan dengan menggandeng puluhan pengembang perumahan sebagai mitra untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.
BRI merupakan salah satu lembaga penyalur pembiayaan (LPP) dalam program perumahan pemerintah. Melalui kolaborasi dengan developer, bank pelat merah tersebut mendorong agar pembangunan, proses pembiayaan, hingga akad kredit rumah subsidi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Area Head BRI Sulteng Asep Suhendra mengatakan, saat ini terdapat puluhan developer yang telah menjadi mitra BRI di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: BRI Parigi Rayakan HUT ke-81 RI, Wastra Nusantara Warnai Upacara Kemerdekaan
Kerja sama tersebut mencakup penyediaan rumah bersubsidi dengan harga terjangkau serta dukungan pembiayaan melalui skema KPRS.
"Kami berkomitmen menyalurkan pembiayaan KPRS tepat sasaran. Dengan dukungan puluhan developer mitra, proses dari pembangunan hingga akad bisa berjalan lebih cepat sehingga masyarakat segera bisa menempati rumah," kata Asep Suhendra didampingi Pjs BRI Palu Reza Putra Pradhana, Rabu (26/8).
Program KPRS menyasar masyarakat dengan penghasilan terbatas yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses pembiayaan kepemilikan rumah.
Baca Juga: BRI Poso dan Pemkab Poso Targetkan Tunggakan Pinjaman ASN Tuntas Akhir 2026, Kejari Kawal Penyelesai
Melalui skema tersebut, masyarakat berpeluang memperoleh pembiayaan dengan bunga rendah, uang muka yang ringan, serta tenor panjang sesuai ketentuan pemerintah.
Dari sisi industri properti, keterlibatan perbankan dan pengembang menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyediaan rumah subsidi.
Developer dapat memperoleh dukungan pembiayaan, sementara masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap unit rumah yang memenuhi ketentuan program pemerintah.
Baca Juga: Perkuat Sinergi, Lapas Ampana Terima Kunjungan Pimpinan BRI Cabang Ampana
Pemerintah sendiri terus mendorong peningkatan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Peran lembaga penyalur seperti BRI dinilai penting untuk memperluas jangkauan program hingga wilayah di luar Pulau Jawa, termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Di Sulawesi Tengah, pengembangan rumah subsidi juga diarahkan untuk mendukung pemerataan hunian. Sejumlah lokasi yang telah siap ditempati berada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Selain menyediakan bangunan rumah, kawasan perumahan subsidi juga dituntut memiliki infrastruktur dasar yang mendukung kelayakan hunian, antara lain akses jalan, air bersih, dan listrik.
Baca Juga: Kisah UMKM Bahodopi Tumbuh Bersama PT IMIP dan BRI, Dari Pedagang Keliling hingga Omzet Miliaran
Dengan demikian, program perumahan tidak hanya berorientasi pada kepemilikan rumah, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
BRI bersama developer mitra di Sulawesi Tengah masih membuka pengajuan dan pembangunan unit rumah subsidi hingga akhir 2026.
Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh informasi dan mengajukan KPRS melalui kantor cabang BRI maupun developer yang menjadi mitra program.
Dari sisi ekonomi, percepatan pembiayaan rumah subsidi berpotensi memberikan efek berganda terhadap sektor properti. Aktivitas pembangunan perumahan turut menggerakkan sektor konstruksi, material bangunan, tenaga kerja, hingga berbagai usaha pendukung di daerah.
Kolaborasi antara perbankan, pemerintah, dan pengembang pun menjadi bagian penting dalam menjaga agar pertumbuhan sektor perumahan berjalan seiring dengan peningkatan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. ***
Editor : Talib