Sekolah Rakyat Sigi Target 2.000 Siswa, Guru Masih Jadi Kendala

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Anggota DPR RI Longki Djanggola meninjau Sekolah Rakyat Sigi di UPT Kementerian Sosial, Sabtu (22/8/2026). FOTO: ISTIMEWA 
Anggota DPR RI Longki Djanggola meninjau Sekolah Rakyat Sigi di UPT Kementerian Sosial, Sabtu (22/8/2026). FOTO: ISTIMEWA 

 

RADAR PALU — Target besar Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi untuk menampung hingga 2.000 siswa masih dibayangi persoalan tenaga pendidik. Sejumlah mata pelajaran disebut belum memiliki guru yang memadai.

Kondisi itu terungkap saat Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sabtu (22/8/2026).

Sekolah Rakyat Sigi saat ini masih menjalankan pembelajaran sementara di UPT milik Kementerian Sosial. Sementara fasilitas permanen tengah dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

Baca Juga: Peringati Maulid, Wabup Suharto Ajak Umat Islam Tauladani Nabi Muhammad SAW

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, mengatakan sekolah permanen tersebut dirancang untuk menampung sekitar 2.000 siswa.

Kapasitas itu mencakup tiga jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA. Proses rekrutmen peserta didik untuk seluruh jenjang tersebut juga masih berlangsung.

Namun, kebutuhan ruang belajar yang besar harus diikuti kesiapan tenaga pendidik.

Baca Juga: Kritik Pengawasan TKA di Sulteng, Dwi Putra: Pekerja Lokal Terancam Tersisih, Penerimaan Daerah Tak

Azizah menyebut masih terdapat kekurangan guru untuk sejumlah mata pelajaran. Di antaranya Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam dan Seni Budaya.

"Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai," kata Azizah.

Menurut dia, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih layak.

Program tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko anak berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Longki Soroti Kesiapan Sekolah

Persoalan tenaga pendidik menjadi salah satu perhatian Longki setelah melihat langsung kondisi Sekolah Rakyat Sigi.

Baca Juga: Bapenda Palu Berbenah, Perketat Pengawasan Pajak Daerah.

Ia mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh tersedianya gedung dan jumlah siswa. Ketersediaan guru juga menjadi bagian penting yang harus disiapkan sejak awal.

Longki menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas kebutuhan tenaga pendidik tersebut.

Koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Bapenda Ungkap Alasan Kurang Bayar Pajak RM Sidrap dan King Spa di Palu

"Program Asta Cita Bapak Presiden harus betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi," ujar Longki.

 

Ia menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

 

Karena itu, menurut Longki, pengawasan di lapangan diperlukan agar program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas.

 

"Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya," katanya.

Dengan target 2.000 siswa, Sekolah Rakyat Sigi akan menjadi salah satu fasilitas pendidikan dengan kapasitas besar di daerah tersebut.

Tantangannya kini bukan hanya memastikan pembangunan sekolah permanen di Desa Pombewe selesai, tetapi juga memastikan ruang-ruang kelas tersebut diisi tenaga pendidik yang cukup dan sesuai kebutuhan.

Jika persoalan guru dapat dituntaskan bersamaan dengan pembangunan fasilitas, Sekolah Rakyat Sigi diharapkan mampu menjalankan fungsi utamanya: membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.***

Editor : Muhammad Awaludin
Sekolah Rakyat Sigi Pendidikan Sulteng kabupaten sigi Asta cita Longki Djanggola