HIV-AIDS Sulteng Didominasi Usia Produktif, Dampaknya ke Ekonomi

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:40 WIB
Wagub Sulawesi Tengah Reny Lamadjido saat mengukuhkan pengurus KPAP Sulteng masa bakti 2025-2030. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 
Wagub Sulawesi Tengah Reny Lamadjido saat mengukuhkan pengurus KPAP Sulteng masa bakti 2025-2030. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Persoalan HIV-AIDS di Sulawesi Tengah tidak berhenti pada urusan pengobatan. Ketika kasus banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, dampaknya dapat merembet ke keluarga hingga produktivitas ekonomi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menyoroti persoalan tersebut saat mengukuhkan sekaligus memimpin rapat pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulteng masa bakti 2025-2030.

Menurut Reny, lebih dari 90 persen penularan HIV-AIDS berkaitan dengan hubungan seksual berisiko. Kondisi itu menjadi tantangan karena kelompok yang terpapar didominasi usia produktif.

Baca Juga: Karhutla di Donggala Melanda 10 Hektare, Tiga Titik Api Berhasil Dipadamkan

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orang yang terinfeksi. Ketika kondisi kesehatan mengganggu kemampuan bekerja, produktivitas dapat menurun dan beban ekonomi berpotensi bergeser kepada keluarga maupun pemerintah.

“Hal ini akan mempengaruhi produktivitas kerja yang pada akhirnya akan menjadi beban keluarga dan pemerintah,” kata Reny.

Karena itu, Reny menilai pengendalian HIV-AIDS tidak cukup jika hanya dibebankan kepada fasilitas dan tenaga kesehatan.

Baca Juga: CKG Puskesmas Kaleke Sasar 15.438 Warga, Capaian Tembus 8.700 Jiwa

Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh agama, pelajar dan mahasiswa hingga pemerhati HIV-AIDS perlu terlibat dalam upaya pencegahan.

Target Three Zeros

Reny juga mendorong agar agenda KPAP Sulteng tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program yang disusun harus berkelanjutan dan diarahkan pada target Three Zeros.

Target tersebut mencakup tidak adanya infeksi HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak adanya diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS atau ODHA.

“Komitmen serta tanggung jawab kita sekalian” diperlukan agar upaya pengendalian HIV-AIDS dapat menunjukkan hasil positif, kata Reny.

Ia berharap kepengurusan KPAP Sulteng periode 2025-2030 dapat memperkuat kerja kolaboratif untuk menekan laju epidemi sekaligus memastikan ODHA tidak menghadapi stigma dan diskriminasi.

Baca Juga: Kekeringan Parigi Moutong Meluas, 1.400 Hektare Lahan Terdampak

Bagi Sulteng, tantangan pengendalian HIV-AIDS dengan demikian bukan hanya bagaimana menangani penyakitnya, tetapi juga bagaimana mencegah penularan, menjaga produktivitas kelompok usia kerja dan melindungi keluarga dari dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.***

Editor : Muhammad Awaludin
ODHA HIV-AIDS Sulteng KPAP Sulteng Kesehatan Sulteng Reny Lamadjido