RADAR PALU – Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya diwarnai kegembiraan. Di tengah pesta rakyat, masyarakat Sulawesi Tengah menunjukkan solidaritas dengan menggalang dana Rp1 miliar untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dana tersebut dihimpun saat Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri Pesta Rakyat di Lapangan Sepak Bola Berlian, Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, Senin malam (17/8/2026).
Anwar mengatakan dana Rp1 miliar itu rencananya segera dikirimkan ke NTT untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga: Bawa 103 Gram Narkoba, Dua Pelaku Ditangkap di Tondo
“Alhamdulillah, tadi terkumpul uang Rp1 miliar. Insya Allah besok kita akan kirim ke NTT untuk membantu mereka,” kata Anwar.
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, bencana bukan sekadar berita dari daerah lain. Pengalaman gempa bumi dan tsunami 2018 membuat kepedulian terhadap korban bencana di wilayah lain memiliki ikatan emosional tersendiri.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat Sulteng bergerak membantu warga NTT yang kini menghadapi situasi serupa.
Baca Juga: Insentif Pajak Dongkrak Penerimaan Kendaraan di Palu Jadi Rp6,156 Miliar
Anwar mengingatkan, momentum kemerdekaan tidak semestinya hanya diisi dengan perayaan. Di tengah kegembiraan, masih ada masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan.
“Walaupun malam ini kita bergembira, tetap kita ingat ada saudara kita yang sedang berjuang untuk bangkit dari bencana,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak, termasuk warga di Parigi Moutong yang sebelumnya juga merasakan dampak gempa.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam mengisi peringatan kemerdekaan. Bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga saling menguatkan ketika sesama warga Indonesia menghadapi musibah.
Sebelum menghadiri pesta rakyat, Anwar bersama rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Pahlawan Nasional Tombolotutu di Toribulu.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan Tombolotutu dalam melawan penjajahan.
Baca Juga: Reses DPRD Palu di Talise Soroti Infrastruktur Lorong dan Persoalan Sampah
Anwar menyatakan ziarah ke makam pahlawan tersebut akan dijadikan agenda rutin Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah setiap 17 Agustus.
“Di sini ada pahlawan nasional. Makanya saya datang. Setiap tahun nanti pemerintah provinsi setiap tanggal 17 Agustus akan datang berkunjung di Toribulu untuk berziarah,” katanya.
Dua momentum itu—ziarah kepada pahlawan dan penggalangan bantuan untuk korban bencana—bertemu dalam satu rangkaian peringatan kemerdekaan.
Baca Juga: Bulog Jamin Stok Beras Sulteng Aman, Tersedia 16.973 Ton
Pesannya pun berbeda dari sekadar seremoni. Semangat perjuangan masa lalu diterjemahkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama yang sedang menghadapi bencana.
Bagi Sulawesi Tengah, solidaritas tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ketika bencana datang, dukungan dari sesama menjadi bagian penting dari proses untuk bangkit.
Pesta rakyat di Tomoli turut dihadiri Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda, kepala OPD Pemprov Sulteng, camat, kepala desa, serta masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin