RADAR PALU – Sang Saka Merah Putih perlahan diturunkan ketika sore mulai tiba di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).
Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya tugas para anggota Paskibraka Sulawesi Tengah yang sejak pagi menjalankan amanah dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prosesi penurunan bendera berlangsung khidmat. Para anggota Paskibraka kembali menunjukkan ketelitian dan kedisiplinan dalam menjalankan setiap tahapan upacara hingga Merah Putih kembali diturunkan dengan penuh penghormatan.
Baca Juga: 176 Warga Binaan Lapas Ampana Terima Remisi di HUT Kemerdekaan RI
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Kompol I Dewa Gede Meiriawan dipercaya sebagai komandan upacara.
Pada prosesi sore tersebut, Naila Adelia Putri, siswi SMAN 5 Palu, mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki.
Mohamad Syahral Pakaya, siswa MAN Insan Cendekia Kota Palu, bertugas sebagai pengerek bendera. Sementara Mohammad Faiz Attaya dari SMA Al-Azhar Mandiri Palu menjadi pembentang bendera.
Baca Juga: Dari Ruang Tunggu Jadi Ruang Baca, Pemkab Sigi Perluas Gerakan Literasi ke Puskesmas
Tugas lainnya diemban Rafif Aditya, siswa MAN 2 Kota Palu, sebagai Komandan Pasukan 17. Sedangkan Mohamad Alif, siswa SMAN 1 Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, dipercaya menjadi Komandan Pasukan 8.
Menutup Amanah di Hari Kemerdekaan
Bagi para anggota Paskibraka, penurunan bendera menjadi lebih dari sekadar rangkaian akhir upacara.
Momen tersebut menjadi penutup dari proses panjang yang mereka jalani melalui latihan, kedisiplinan dan persiapan untuk mengemban tugas pada hari paling penting dalam peringatan kemerdekaan.
Sejak pagi, mereka telah berada di bawah sorotan dalam prosesi pengibaran Merah Putih. Sore harinya, mereka kembali berdiri tegap untuk mengantarkan Sang Saka kembali diturunkan.
Setelah bendera terlipat dan prosesi berakhir, amanah mereka sebagai Paskibraka pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah pun resmi dituntaskan.
Baca Juga: Perkuat Budaya Baca, Perpustakaan Sigi Gandeng DPRD dan Dinkes
Upacara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, jajaran Forkopimda Sulteng, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan, jajaran pejabat Pemprov Sulteng, serta para orang tua anggota Paskibraka.
Kehadiran para orang tua menjadi bagian penting dari momen penutup tersebut. Mereka menyaksikan langsung anak-anaknya menyelesaikan tugas yang telah dipersiapkan melalui latihan dan disiplin selama proses pembentukan Paskibraka.
Turunnya Sang Saka pada senja 17 Agustus akhirnya menjadi penanda sederhana, tetapi bermakna: satu tugas telah selesai, sementara pengalaman menjadi Paskibraka akan menjadi bagian dari perjalanan para pelajar tersebut setelah kembali ke sekolah dan kehidupan mereka masing-masing.***
Editor : Muhammad Awaludin