Di Balik Semarak HUT RI, Gubernur Sulteng Prihatin atas Gempa di Sidoan

Annisa Wibdy • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:36 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.

RADAR PALU - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Tengah diwarnai keprihatinan atas gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Desa Sidoan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.

Keprihatinan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid usai memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).

Gubernur menyebut pemerintah daerah telah melakukan pengecekan langsung ke wilayah terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kerusakan akibat gempa.

Baca Juga: 4,2 Hektare Lahan Perluasan Runway Bandara Mutiara Palu Terpetakan

“Kemarin setelah kita melakukan pengecekan di Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di daerah Sidoan, ada beberapa rumah yang mengalami keretakan. Kemudian ada juga dua rumah yang roboh,” ujar gubernur.

Selain kerusakan rumah warga, gempa tersebut juga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Gubernur mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat serangan jantung ketika gempa terjadi.

“Terdapat satu orang yang meninggal. Setelah diteliti secara medis, penyebabnya diduga karena serangan jantung,” katanya.

Baca Juga: Merdeka di Tanah yang Kaya, Miskin di Tengah Ekstraksi

Penanganan warga terdampak dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan pemerintah daerah setempat. Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami sudah bekerja sama dengan semua aparat pemerintah, mulai dari kepala desa, camat, hingga Bapak Bupati Parigi Moutong beserta jajarannya untuk melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Meski terdapat kerusakan bangunan dan korban meninggal, pemerintah belum menetapkan status tanggap darurat. Menurut gubernur, kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan sehingga penanganan dilakukan melalui koordinasi antarinstansi.

Baca Juga: Kerupuk Kemerdekaan: Renyah di Mulut, Renungan bagi Negeri

“Alhamdulillah, kami belum menetapkan status tanggap darurat karena situasinya masih terkendali,” tutup gubernur.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian di tengah momentum perayaan kemerdekaan. Pemerintah daerah memastikan penanganan masyarakat terdampak terus dilakukan, sekaligus mendorong koordinasi dan gotong royong dalam menghadapi dampak bencana.

Editor : Annisa Wibdy
HUT ke-81 RI gubernur sulteng parigi moutong gempa sulawesi tengah