RADAR PALU – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah diprakirakan berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi dalam tujuh hari ke depan. Kondisi tersebut berdasarkan analisis Fire Danger Rating System (FDRS) Stasiun Meteorologi Kelas I Mutiara Sis Al-Jufri Palu.
Analisis tersebut menggunakan sejumlah indikator, di antaranya Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang menggambarkan tingkat kemudahan bahan bakar ringan di permukaan tanah untuk terbakar. Selain itu, Fire Weather Index (FWI) digunakan untuk melihat potensi intensitas kebakaran apabila api muncul.
Pihak Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menyebutkan, meningkatnya risiko karhutla dipengaruhi kombinasi suhu udara yang tinggi, kelembapan relatif rendah, serta kondisi angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Baca Juga: Karhutla Mengintai, Polres Morowali Utara Perkuat Kesiagaan
Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, Jumat (14/8) mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan.
“Potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Tengah saat ini berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah diminta mengaktifkan posko siaga karhutla, meningkatkan patroli terpadu, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan kesiapan peralatan pemadaman.
Masyarakat juga diminta tidak membakar lahan, semak maupun sampah saat kondisi kering dan berangin. Warga diimbau segera melaporkan jika menemukan asap atau api, menjaga sumber air, serta membersihkan lingkungan dari material yang mudah terbakar.
Langkah pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko kerugian terhadap lingkungan, harta benda maupun keselamatan masyarakat selama indeks risiko masih tinggi.
Editor : Wahono.