RADAR PALU - Bupati Delis Julkarson Hehi meminta 42 kepala sekolah yang baru dikukuhkan menjaga prestasi literasi dan numerasi Morowali Utara (Morut) yang disebut menjadi nomor satu dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Delis menyampaikan pesan itu saat mengukuhkan kepala SD dan SMP dalam pengambilan sumpah dan janji jabatan fungsional kepala sekolah di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Kamis (23/8/2026).
Wakil Bupati Morut H. Djira Kendjo, Sekkab Morut Musda Guntur, Danramil 1311-03 Petasia Kapt. Inf. Amrul, Wakapolsek Petasia Aiptu Ishak, serta pejabat eselon II dan III lingkup Pemda Morut turut menyaksikan pengukuhan tersebut.
Baca Juga: Bela Negara Bukan Soal Seragam, Danpusterad: Ancaman Digital Jadi Tantangan Menuju Indonesia Emas 20
Delis mengaku bangga dengan capaian pendidikan Morowali Utara. Ia menyebut prestasi literasi dan numerasi tersebut tidak terlepas dari keberhasilan dunia pendidikan di daerah.
"Prestasi ini tidak lepas dari keberhasilan dunia pendidikan kita di daerah ini. Tugas para kepala sekolah dan guru semuanya untuk mempertahankan prestasi ini," ujar bupati.
Karena itu, 42 kepala sekolah yang baru dikukuhkan mendapat tanggung jawab besar untuk mempertahankan capaian tersebut.
Baca Juga: Bangkitkan Semangat Kemerdekaan, 800 Bendera Dibagikan ke Masyarakat
Mereka tidak hanya menjalankan proses pembelajaran. Para kepala sekolah juga harus memastikan pengelolaan sekolah mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan Morowali Utara.
Delis mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah diberikan kepada orang-orang pilihan. Menurutnya, kepala sekolah memegang tiga fungsi utama, yakni manajerial, kewirausahaan, dan pengawasan.
"Seorang kepala sekolah dituntut dan harus mampu memanajemen sumber daya manusia yang ada di sekolah. Guru yang ada pasti berbeda-beda kepribadian yang satu dengan yang lain. Ini juga tantangan," katanya.
Baca Juga: Wagub Reny Datang, Biaya Pengobatan Siswi Korban Tembakan Ditanggung
Kemampuan mengelola sumber daya manusia menjadi penting karena setiap guru memiliki karakter dan kepribadian berbeda.
Kondisi itu menjadi tantangan bagi kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan di sekolah.
Selain menjalankan fungsi manajerial, kepala sekolah juga harus mampu menciptakan inovasi.
Baca Juga: Tak Masuk BPJS, Pasien Peluru Nyasar Asal Morut Dijamin Berani Sehat
Delis menyebut efisiensi anggaran membuat kondisi sarana dan prasarana setiap sekolah tidak sama.
Karena itu, kepala sekolah harus menghadapi keterbatasan tersebut dengan kreativitas. Langkah itu penting agar proses belajar-mengajar tetap berjalan maksimal.
Sejalan itu, tambah Delis, kepala sekolah juga harus mampu berinovasi yang mendorong lahirnya murid yang berprestasi dan unggul.
Baca Juga: BPKP Minta Program Pemkab Morut Lebih Efektif dan Berdampak
"Jadi tugas bapak-ibu sekalian tidak ringan tapi mulia. Selain menyukseskan seluruh proses pembelajaran, juga dituntut sebagai inovator dan leader sekaligus sebagai pengawas," tegasnya. (***)
Editor : Ilham Nusi