Bandung, Titik Nol Lempar Bilah dan Kapak Indonesia 

Muchsin Siradjudin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:15 WIB

 

 

 

 

Dedi Askary (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
Dedi Askary (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Alasan PABKI Menggelar Open Turnamen Nasional di Kota Kembang

RADAR PALU - Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) resmi mengumumkan penyelenggaraan Open Turnamen Nasional Lempar Bilah dan Kapak di Bandung, Jawa Barat, pada 29–30 Agustus 2026.

Demikian disampiakan Pembina PABKI Pusat, Dedi Askary, SH, kepada media ini, Rabu (13/8/2026). Bahwa keputusan menjadikan Bandung sebagai tuan rumah bukan sekadar pilihan logistik, melainkan sikap yang lahir dari penghormatan terhadap sejarah panjang olahraga ketepatan lempar pisau dan kapak di Indonesia.

Sejarah yang Tidak Bisa Ditawar

Bagi PABKI, sejarah adalah fondasi yang tidak boleh dikesampingkan. Diakui atau tidak, jejak paling awal geliat lempar pisau dan kapak di tanah air tercatat tumbuh di Bandung, melalui komunitas perintis D'Lempar Pisau Indonesia.

Baca Juga: Quo Vadis PABKI (2006–2030): Menakar Arah, Ketajaman, dan Titik Balik Olahraga Akurasi Bilah

Dari titik inilah cikal bakal olahraga ini menyebar ke berbagai wilayah, membentuk komunitas-komunitas baru yang kelak menjadi tulang punggung perkembangan cabang olahraga ini secara nasional.

Salah satu figur penting dalam penyebaran itu adalah Ahmad Thoriq yang akrab disapa Kang Thor. 

Saat aktif di Jakarta, Kang Thoriq mengambil peran sebagai penggerak dengan menginisiasi berdirinya Jakarta Knife Thrower (JKT) bersama rekan-rekan sesama penghobi. Komunitas ini menjadi wadah bagi para peminat olahraga ekstrem tersebut di ibu kota, sekaligus memperluas jangkauan olahraga lempar pisau dan kapak keluar dari titik asalnya di Bandung.

Baca Juga: Membangun PABKI: Dari Komunitas Ketangkasan Menuju Organisasi Olahraga Modern

Ruang publik pun menjadi saksi bisu proses itu. Taman Langsat, Jakarta Selatan, secara rutin menjadi arena latihan komunitas — tempat teknik lemparan jarak dekat, menengah, hingga pengenalan berbagai jenis senjata tajam lempar seperti pisau (throwing knife) dan kapak (tomahawk) diasah dan diwariskan.

Jawa Barat, Rumah bagi Atlet Kelas Dunia

Jejak historis itu terbukti membuahkan hasil yang membanggakan di panggung internasional. Indonesia, melalui Jawa Barat, memiliki atlet lempar pisau dan kapak berkelas dunia.

Ahmad Thoriq tercatat menempati peringkat ketiga dunia versi IKTHOF (International Knife Throwing Hall of Fame) — sebuah pencapaian yang mengukuhkan Bandung, Jawa Barat, sebagai salah satu pusat gravitasi olahraga ini, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah global.

Baca Juga: Atlet Lempar Bilah dan Kapak Parigi Moutong Matangkan Mental di Mako Brimob Demi Juara Open Tournament Nasional PABKI 2026

Bandung: Bukan Sekadar Lokasi, tapi Penghormatan
Atas dasar itulah PABKI memantapkan pilihan menggelar Open Turnamen Nasional di Bandung. Ini adalah bentuk kesadaran sejarah sekaligus penghormatan kepada akar yang telah menumbuhkan olahraga ini dari nol hingga menembus level dunia.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, PABKI memposisikan diri sebagai rumah pemersatu bagi seluruh pegiat lempar bilah dan kapak di Indonesia, tanpa memandang dari komunitas atau daerah mana mereka berasal. Prinsip yang dipegang teguh organisasi ini sederhana namun tegas: PABKI adalah kawan-kawan pegiat lempar pisau dan kapak, dan pegiat lempar pisau dan kapak adalah PABKI.

Open Turnamen Nasional Lempar Bilah dan Kapak di Bandung diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus perayaan atas perjalanan panjang olahraga ini — dari sudut taman di Jakarta, dari komunitas perintis di Bandung, hingga podium dunia.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Lempar bilang Kapak bandung nasional