RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, mulai menyiapkan pendataan masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 sebagai calon penerima layanan pendidikan Sekolah Rakyat.
Pendataan tersebut dinilai penting karena penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui tes akademik. Peserta didik yang menjadi sasaran merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori kesejahteraan tersebut.
Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae mengatakan, Sekolah Rakyat yang diproyeksikan hadir di Kabupaten Sigi mampu menampung sekitar 2.160 siswa, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Baca Juga: Bupati Sigi Siapkan Stadion di Sekolah Rakyat, Lahan Diperluas 8 Hektare
“Bayangkan yang akan diterima Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Sigi ada sekitar 2.160 siswa, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Makanya ini saya akan melakukan pemeriksaan pendataan menyangkut desil 1 dan desil 2, karena ini tidak akan melalui tes,” ungkap Rizal saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat SMP 22 CG di Sentra Nipotowe, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pendataan perlu dilakukan secara akurat agar anak-anak yang menjadi sasaran program benar-benar mendapatkan kesempatan masuk Sekolah Rakyat.
Rizal menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat juga berpotensi memengaruhi sejumlah program bantuan pendidikan yang selama ini dijalankan Pemkab Sigi.
Baca Juga: Bupati Sigi Hadiri Open House Sekolah Rakyat, Siswa Tampil Tiga Bahasa
Ia menyebut, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu kemungkinan akan dievaluasi atau dihentikan sementara apabila kebutuhan pendidikan kelompok sasaran tersebut telah ditanggung melalui program Sekolah Rakyat.
“Beberapa program pemerintah Kabupaten Sigi seperti bantuan kepada siswa-siswi yang kurang mampu kemungkinan sementara akan dihentikan karena sudah terdapat Sekolah Rakyat yang akan membantu siswa-siswi dari desil 1 dan 2,” katanya.
Karena itu, Rizal menekankan pentingnya sinkronisasi dan pemeriksaan data penerima manfaat. Langkah tersebut diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih program sekaligus memastikan bantuan dan layanan pendidikan tepat sasaran.
Baca Juga: Cegah Masalah Hukum, Kejati Sulteng Edukasi Aparatur Pemkab Sigi
Di sisi lain, Rizal menilai Sekolah Rakyat memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Saat meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Nipotowe, Rizal melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia bagi siswa. Selain ruang belajar, para siswa mendapatkan tempat tinggal di asrama, fasilitas makan, seragam serta pembelajaran berbasis teknologi digital.
“Metode belajar mengajarnya sudah menggunakan sistem digital, di mana mereka sudah menggunakan laptop dan smartboard untuk pembelajaran,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Sigi: Penerbangan Palu–Guangzhou Buka Peluang Besar bagi Pariwisata dan Ekspor
Rizal berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem. Program tersebut juga diharapkan tidak sekadar memberikan pendidikan, tetapi membuka ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin