RADAR PALU - Bupati Morut (Morut) Delis Julkarson Hehi memastikan insentif bagi pendeta dan para imam tetap dipertahankan meski kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tekanan fiskal dan efisiensi anggaran.
Delis menyampaikan kepastian tersebut saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Morut di Gedung Gereja GPdI Anggur Baru, Beteleme, Senin (10/8/2026) pagi.
"Walaupun kondisi keuangan daerah sekarang agak berat, insentif pendeta dan para imam tidak saya coret," ujar Delis.
Baca Juga: Morowali Utara Utus 50 Pramuka Menuju Jamnas XII
Delis menjelaskan, keputusan mempertahankan insentif pendeta menjadi bentuk perhatian Pemkab Morut kepada para hamba Tuhan yang menjalankan pelayanan di tengah masyarakat.
Dia menegaskan, insentif tersebut bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pendeta. Dukungan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus bantuan untuk meringankan beban mereka dalam menjalankan pelayanan.
"Ini tidak mencukupi kebutuhan, tetapi paling tidak membantu meringankan beban para hamba Tuhan," katanya.
Baca Juga: Bupati Morut Dorong Pendeta Perkuat Sinergi Lintas Denominasi
Pernyataan tersebut disampaikan Delis ketika pemerintah daerah juga menghadapi tekanan fiskal dan efisiensi anggaran.
Meski kondisi keuangan daerah sedang berat, Delis memastikan insentif bagi pendeta dan para imam tetap masuk dalam dukungan pemerintah daerah.
Delis menyebut para rohaniawan memiliki kontribusi penting dalam mendukung visi pembangunan Morut.
Baca Juga: Dinsos Sulteng Lepas Tim Bakti Sosial, Sasar LKS di 3 Daerah
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan masyarakat yang sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara batin dan rohani.
Begitu pula dengan kecerdasan. Delis menyebut kecerdasan masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga mencakup kecerdasan spiritual.
Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan para pendeta dan rohaniawan dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.
Baca Juga: Mahfud Masuara Soroti Gunung Pasir Timbun Jalan di Desa Malei Donggala
Selain mempertahankan insentif, Delis mendorong pengurus baru DPC API Morut membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.
Menurut dia, pemerintah dan para rohaniawan memiliki ruang kerja sama yang luas untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Delis juga meminta para pendeta memperkuat kebersamaan dan kerja sama lintas denominasi. Ia berharap organisasi keagamaan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi, bukan memperbesar perbedaan.
Baca Juga: PHK 1.900 Karyawan PT GNI, DPRD Sulteng Ingatkan Ancaman Pengangguran dan Masalah Sosial
"Mampu tidak lagi saling menjatuhkan atau saling menuduh satu dengan yang lain. Yang terbaik adalah bagaimana kita bisa bekerja sama dalam pelayanan," tandasnya.
Dalam SK pelantikan tersebut, Pdt. Semuel Baide, ditetapkan sebagai Ketua DPC API Morut periode 2026-2031. Sementara itu Bupati Morut dan Kasi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Morut tercantum sebagai penasihat. (***)
Editor : Ilham Nusi