Bupati Morut Dorong Pendeta Perkuat Sinergi Lintas Denominasi

Ilham Nusi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:34 WIB
BERSATU: Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi bersama pengurus DPC API Kabupaten Morowali Utara di Gedung Gereja GPdI Anggur Baru, Beteleme, Senin (10/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
BERSATU: Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi bersama pengurus DPC API Kabupaten Morowali Utara di Gedung Gereja GPdI Anggur Baru, Beteleme, Senin (10/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

 

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi mengajak para pendeta memperkuat kebersamaan dan kerja sama lintas denominasi agar pelayanan gereja semakin luas serta memberi dampak bagi masyarakat.

Delis menyampaikan pesan itu saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Morowali Utara di Gedung Gereja GPdI Anggur Baru, Beteleme, Senin (10/8/2026) pagi.

Menurut Delis, organisasi keagamaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat sinergi, bukan memperbesar perbedaan. 

Baca Juga: Komitmen Berkelanjutan PT CPM: Utamakan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Keselamatan Lingkungan

Dia menyebut semangat kebersamaan antargereja di Morut selama ini telah menjadi contoh positif dalam membangun pelayanan masyarakat.

"Mampu tidak lagi saling menjatuhkan atau saling menuduh satu dengan yang lain. Yang terbaik adalah bagaimana kita bisa bekerja sama dalam pelayanan," kata Delis.

Delis mengingatkan batas-batas denominasi tidak boleh menjadi penghalang bagi para pendeta untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Baca Juga: Pesawat China Southern Mendarat di Palu, Rute Langsung Guangzhou Dibuka

Dia menjelaskan, pelayanan yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, ia mendorong para pendeta membangun kerja sama yang lebih kuat dalam menjalankan pelayanan.

Delis juga mengingatkan para pendeta menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Kemudahan masyarakat mengakses berbagai informasi, kata dia, tidak selalu diikuti kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan bermanfaat. Kondisi itu turut menjadi tantangan bagi para pendeta dalam menjalankan pembinaan umat.

Baca Juga: Tak Lagi Cukup Janji, Warga Tojo Tagih Pengembalian SHM

Sebab itu, Delis mendorong para pendeta meningkatkan kapasitas diri, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta berinovasi dalam metode pelayanan.

"Dengan doa, kebersamaan, dan bergandengan tangan dalam pelayanan, tantangan-tantangan itu tentunya bisa kita hindari. Kita bisa mencari solusi bersama," ujarnya.

Delis berharap kehadiran DPC API Kabupaten Morut tidak sekadar menjadi organisasi formal.

Baca Juga: Bupati Morut Cek Jalan Lemo-Salubiro yang Rusak Parah

Dia ingin organisasi tersebut mampu merancang program yang menjawab kebutuhan dan tantangan para pendeta serta masyarakat.

Delis menyebut API dapat menjadi wadah untuk memperlengkapi para hamba Tuhan, meningkatkan kapasitas pelayanan dan kapasitas pribadi, sekaligus memperluas dampak pelayanan bagi masyarakat.

Dia juga mengaitkan semangat API dengan simbol api yang terus menyala dalam pelayanan.

Baca Juga: JATAM Sulteng Desak Evaluasi K3 Seluruh Tambang di Morut Pasca Insiden Maut PT UKK

"Para hamba Tuhan akan terus semangat melayani Tuhan dengan api yang berkobar-kobar, api yang terus menyala-nyala, melayani Tuhan di mana pun Tuhan panggil dan Tuhan tempatkan," kata Delis.

Delis juga meminta pengurus baru DPC API Morut membangun kemitraan dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Menurut dia, pemerintah dan para rohaniawan memiliki ruang kerja sama yang luas, khususnya dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara rohani.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Sulteng Minta Anggaran 2027 Tak Sekadar Terserap, tapi Beri Dampak 

Dalam pelantikan tersebut, Pdt. Semuel Baide, ditetapkan sebagai Ketua DPC API Morut periode 2026-2031.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Sulawesi Tengah Asosiasi Pendeta Indonesia Nomor 03/SK/DPD-API/ST/VIII/2026, kepengurusan DPC API Morut dibentuk sebagai bagian dari konsolidasi organisasi API di tingkat kabupaten.

Dalam struktur tersebut, Pdt. Yosep Pede menjabat Ketua I, Pdt. Dhynno Ryvanno Randalongi sebagai Ketua II, dan Pdt. Hewriyanto Wololi sebagai Ketua III.

Baca Juga: Vale dan Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi, Dorong Ekonomi Warga dan Kelestarian Lingkun

Jabatan sekretaris dipercayakan kepada Pdt. Rishard Samaili. Wakil sekretaris dijabat Pdt. Grendy Yesaya Baide, sedangkan bendahara dijabat Pdt. Feisy W. Montang.

Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah bidang, antara lain organisasi usaha, kesejahteraan dan sosial, pendidikan dan pemuda penginjilan dan misi, hukum, wanita, olahraga, seni dan kreativitas, kerohanian, serta hubungan masyarakat.

Dalam SK tersebut, Bupati Morut dan Kasi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Morut tercantum sebagai penasihat.

Baca Juga: BGN Tegaskan Batas Konsumsi MBG, Maksimal 4 Jam

Pembentukan DPC API Morut merupakan bagian dari program konsolidasi organisasi API di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Program tersebut mengacu pada AD/ART API dan keputusan Kongres IV API 2021. (***)

Editor : Ilham Nusi
API Morut Asosiasi Pendeta Indonesia Denominasi Pelayanan Gereja Delis Julkarson Hehi