RADAR PALU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, mengeluarkan imbauan kewaspadaan menyusul cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Buol saat ini.
Kondisi kemarau El Nino disebut berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
Imbauan tersebut disampaikan melalui siaran Persnya kepada media ini, Senin 10/8/2026.
Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Rapat Evaluasi dan Pedoman MCSP 2026
BPBD mengajak warga untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran akibat meningkatnya suhu udara.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, S. Pi, meminta masyarakat tidak mengabaikan risiko yang dapat muncul selama cuaca panas berlangsung. Menurutnya, perubahan cuaca ekstrem harus disikapi dengan pola hidup yang lebih hati-hati.
BPBD menganjurkan warga memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi, terutama pada jam 10.00 hingga 15.00 WITA saat matahari sedang terik.
Baca Juga: Bupati Buol dan Satker Sekolah Rakyat Tindak Lanjuti Permohonan Survei Pemenuhan Readiness Criteria
Bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah, BPBD mengingatkan agar menggunakan pakaian ringan dan nyaman.
Selain itu gunakan pelindung tambahan seperti topi, payung, atau kacamata untuk menghindari sengatan matahari langsung.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan, cuaca panas juga meningkatkan risiko kebakaran baik rumah lahan dan hutan. Karena itu masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk pembakaran lahan.
Baca Juga: Bupati Risharyudi Triwibowo Membuka Muscab III Partai PPP Kabupaten Buol
BPBD Buol juga mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran lahan dan permukiman, khususnya di wilayah yang kondisinya sudah mulai kering.
“Masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan,” tegas Moh. Kachfi.
Di sisi lain, BPBD Buol masih menghadapi keterbatasan sarana operasional. Saat ini mobil tangki air yang tersedia dan beroperasi hanya 1 unit.
Moh. Kachfi berharap Pemerintah Kabupaten Buol dapat mengajukan bantuan ke Gubernur Sulawesi Tengah untuk penambahan armada.
“Mobil yang ada sama kami masih perlu penambahan. Kiranya Pak Gubernur dapat merespon ini,” pungkasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin