RADAD PALU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah sepanjang awal Agustus 2026. Berdasarkan laporan BPBD Sulteng, sedikitnya 240 hektare hutan dan lahan terdampak kebakaran di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, serta Tojo Una-Una.
Di Kabupaten Banggai, kebakaran terjadi di Desa Huhak, Kecamatan Pagimana, pada Minggu (2/8). Api yang muncul dari kawasan pegunungan sempat mengarah ke permukiman warga. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare.
Sehari berikutnya, karhutla juga terjadi di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 20 hektare hutan dan lahan. BPBD menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan kebun yang tidak diawasi.
Baca Juga: Sulawesi Tengah Juara Kejurnas Open Gateball Gubernur Bali 2026, Sabet Emas Double Mix
Sementara itu, di Desa Toipan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, kebakaran terjadi pada Kamis (6/8). Area yang terdampak mencapai sekitar 100 hektare dan turut membakar sekitar 100 pohon kelapa.
Berdasarkan laporan BPBD, kebakaran di lokasi tersebut diduga dipicu puntung rokok yang dibuang pengendara. Kondisi musim kemarau membuat vegetasi mengering sehingga api cepat merambat.
Karhutla juga melanda Pulau Bakalan, tepatnya di antara Desa Bakalan dan Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan. Kebakaran yang terjadi Jumat (7/8) menghanguskan sekitar 72,4 hektare lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, mengatakan tim gabungan telah melakukan assessment, pemadaman, penyekatan, pendinginan, serta pemantauan di sejumlah titik.
“Tim terus melakukan penanganan dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas,” demikian laporan BPBD Sulteng.
Baca Juga: DPRD Sulteng Apresiasi Gowes Palaka Wira sebagai Wadah Pererat TNI dan Masyarakat
Tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsian dalam rangkaian kejadian tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.
Editor : Wahono.