Perkuat Pendidikan di Daerah Terpencil, Pemkab Sigi Salurkan 21 Kendaraan Operasional untuk Sekolah

Angel Sumbara • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:53 WIB
BANTUAN: Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (6/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi Hajar Modjo.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)
BANTUAN: Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (6/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi Hajar Modjo.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)

RADAR PALU – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dalam meningkatkan kualitas pendidikan hingga ke wilayah terpencil kembali diwujudkan.

Sebanyak 21 unit kendaraan operasional diserahkan kepada sejumlah sekolah di Kulawi Raya guna mendukung mobilitas kepala sekolah dan guru dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (6/8), dan dipimpin langsung oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi Hajar Modjo.

Baca Juga: Bupati Sigi Gandeng Ahli Geologi Untad Ungkap Misteri Dugaan Gas di Palolo 

Bantuan tersebut terdiri atas 12 unit sepeda motor bebek dan sembilan unit sepeda motor trail. Seluruh kendaraan merupakan aset hibah dari program kemitraan PT Mondelez bersama Wahana Visi Indonesia yang selama kurang lebih enam tahun melaksanakan pendampingan pendidikan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi.

Bupati Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, kendaraan operasional tersebut diprioritaskan bagi sekolah-sekolah di wilayah Kulawi Raya, meliputi Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro, serta beberapa wilayah lainnya yang memiliki tantangan akses transportasi.

Ia menjelaskan, penentuan sekolah penerima dilakukan berdasarkan hasil pendampingan dan rekomendasi Wahana Visi Indonesia, bukan atas penunjukan pemerintah daerah.

Baca Juga: Kajari Sigi Musnahkan Barang Bukti 15 Perkara, Sabu 210 Gram hingga Ratusan Kosmetik Ilegal Dimusnahkan

Sekolah-sekolah tersebut dinilai telah menjadi bagian dari program penguatan pendidikan yang selama ini dijalankan lembaga tersebut.

“Kendaraan ini bukan diberikan kepada kepala sekolah sebagai kendaraan pribadi, tetapi menjadi aset sekolah yang harus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan pendidikan,” tegas Rizal.

Menurutnya, keberadaan kendaraan operasional akan sangat membantu memperlancar koordinasi antar sekolah, memudahkan mobilitas guru, serta mempercepat pelayanan pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah dengan medan yang cukup berat.

Baca Juga: Pemkab Sigi Kembali Usulkan Gedung Layanan Perpustakaan, Target Dibangun pada 2027

Tak hanya itu, Rizal mengungkapkan sektor pendidikan di Kabupaten Sigi juga tengah mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Tahun ini, sekitar 20 sekolah jenjang SD dan SMP serta tujuh taman kanak-kanak memperoleh bantuan revitalisasi dengan nilai yang bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk setiap sekolah.

Dana revitalisasi tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing sekolah berdasarkan kebutuhan yang telah tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga pelaksanaannya diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas fasilitas belajar mengajar.

Baca Juga: DPRD dan Pemkab Sigi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Jadi Dasar Penyusunan Rancangan Anggaran

Bupati juga memastikan seluruh kendaraan operasional yang diserahkan akan tercatat sebagai aset resmi Pemerintah Kabupaten Sigi. Setiap unit akan didata secara lengkap, mulai dari nomor rangka hingga nomor mesin, sebagai bentuk tertib administrasi dan pengawasan terhadap aset daerah.

Ia menegaskan pengelolaan kendaraan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pemanfaatannya tetap berorientasi pada peningkatan layanan pendidikan, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Harapan kami, bantuan ini mampu memperkuat pelayanan pendidikan di wilayah terpencil, mempermudah akses guru dalam menjalankan tugasnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Sigi,” pungkas Rizal. (***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Daerah terpencil 21 Kendaraan Pemkab Sigi pendidikan