Pertemuan Wartawan dan Dewan Pers, Tekankan Profesionalisme dan Peningkatan Kompetensi Jurnalis

Supriyono • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:47 WIB
DISKUSI: Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, HM Busyro Muqoddas (kiri) bersama  Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, sat menjadi pembahas diskusi.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).
DISKUSI: Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, HM Busyro Muqoddas (kiri) bersama  Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, sat menjadi pembahas diskusi.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).

RADAR PALU – Penguatan profesionalisme dan peningkatan kualitas wartawan menjadi tema utama dalam bincang santai antara insan pers dan Dewan Pers yang berlangsung di salah satu hotel di Bungku, Kabupaten Morowali, Kamis (6/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, HM Busyro Muqoddas. Diskusi dipandu Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, serta dihadiri Ketua PWI Morowali Darma Kusuma bersama para wartawan dari berbagai media di Morowali.

Pertemuan ini menjadi forum bertukar gagasan mengenai peran strategis pers dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Baca Juga: 10 Partai Politik dapat Bantuan dari Pemda Morowali 

Berbagai tantangan dunia jurnalistik di era digital turut menjadi pembahasan, mulai dari maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, tingginya tuntutan kecepatan publikasi, hingga pentingnya menjaga independensi wartawan di tengah beragam kepentingan.

Dalam paparannya, Busyro Muqoddas menegaskan bahwa kualitas seorang wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menulis berita, tetapi juga ditentukan oleh integritas, kompetensi, serta komitmen untuk selalu melakukan verifikasi fakta sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap media," ujar mantan Ketua KPK tersebut.

Baca Juga: PT IMIP dan Dinas Pendidikan Morowali Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah di Bahodopi

PERTEMUAN: Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, HM Busyro Muqoddas (kiri), bersama  Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).
PERTEMUAN: Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, HM Busyro Muqoddas (kiri), bersama Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).

Selain itu, Dewan Pers juga mendorong para jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, serta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah tersebut dinilai penting agar wartawan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, para wartawan berharap Dewan Pers dapat terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada insan pers, khususnya yang bertugas di Morowali. 

Pertemuan serupa diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sebagai wadah berbagi pengalaman, memperkuat sinergi antara Dewan Pers, organisasi profesi, perusahaan media, dan para jurnalis.

Baca Juga: Pemkab Morowali Matangkan Seleksi Direksi Perseroda dan Perusda Air Minum

Menutup diskusi, Wakil Ketua PWI Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, menyampaikan bahwa kolaborasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan pers diharapkan mampu melahirkan wartawan yang profesional, independen, dan berintegritas.

"Dengan sinergi yang terus terbangun, Morowali diharapkan menjadi salah satu daerah yang konsisten mencetak wartawan berkualitas sehingga pers dapat menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, dan pilar demokrasi yang semakin dipercaya masyarakat," tutupnya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Pertemuan morowali dewan pers wartawan