RADARPALU - Terobosan program Ngopi (Ngobrol Pintar) Kerukunan yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah terbukti makin diminati publik.
Kolaborasi terbaru antara FKUB Sulteng bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) yang digelar di Warkop Tjik Vera, Jalan Agus Salim, Kota Palu, sukses menyedot perhatian luas hingga pengunjung membludak sampai ke area luar warkop.
Diskusi yang dipandu Srikandi FKUB Sulteng, Endang Susan ini dikemas santai namun kaya isi menjadi panggung penguatan moderasi beragama yang efektif.
Baca Juga: Impresif, Reaksi Peserta Test Drive Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menegaskan bahwa tujuan utama Tuhan menurunkan agama di muka bumi adalah agar manusia dapat hidup harmonis, rukun, damai, dan bahagia.
Oleh karena itu, Rais Syuriyah PBNU ini menyayangkan jika masih ada pihak yang menggunakan dalil-dalil keagamaan untuk membenci atau mengintimidasi kelompok lain hanya karena perbedaan keyakinan.
"Saya pernah berkata, Tuhan dan agama itu tidak perlu dibela. Tuhan menurunkan agama supaya kita membela manusia," ujar Prof. Zainal Abidin.
Baca Juga: DPRD Sulteng Sahkan Aturan Tambang Rakyat: Resmi Dilegalkan untuk Dongkrak PAD, Alat Berat Dilarang
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu mengkritik fenomena sebagian orang yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Tuhan dan agama, namun justru mengabaikan nilai-nilai ajaran Ilahi itu sendiri.
Nilai-nilai universal yang menjadi benang merah seluruh agama meliputi kemanusiaan, kepedulian sosial, keadilan, kebenaran, kasih sayang, serta rasa saling menghargai.
"Kita akan terus sosialisasikan pemahaman moderasi beragama ini supaya kerukunan dan kedamaian betul-betul dapat tercipta dan senantiasa terjaga di Provinsi Sulawesi Tengah," tegas Dewan Pakar PB Alkhairaat tersebut.
Baca Juga: Suzuki XL7 Terbaru Tuai Impresi dari Pengunjung dan Peserta Test Drive
Kemeriahan Ngopi Kerukunan kian terasa istimewa dengan hadirnya mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, serta Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid.
Rusdy Mastura, yang akrab sapa Cudy, membagikan rekam jejak pengalamannya dalam merawat pergaulan lintas iman sejak lama. Wali Kota Palu dua periode ini menekankan bahwa niat yang tulus untuk persaudaraan tanpa mencampuradukkan akidah adalah kunci dalam membangun jembatan toleransi.
"Mari kita ke depan, pemahaman yang harus dipahami bersama ialah kemanusiaan itu di atas segala-galanya. Agama ini menuntun kita untuk memanusiakan manusia lainnya meskipun berbeda keyakinan," sebut Cudy.
Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada FKUB Sulteng di bawah kepemimpinan Prof. Zainal atas konsistensinya melahirkan program-program inovatif.
Baca Juga: Memahami Fungsi Praktis TPMS Suzuki XL7 New Alpha Hybrid untuk Mobilitas Harian
Pihaknya bahkan berkomitmen penuh mendukung pembentukan kepengurusan FKUB hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Kabupaten Parigi Moutong.
"Kami melihat FKUB ini sangat positif kegiatan-kegiatannya. Sehingga kami mendukung pembentukan FKUB di semua kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong," ungkap Abdul Sahid.
Dari pihak mitra, Team Leader Project Inclusion Sulteng Wahana Visi Indonesia, Kristian Edi Suseno, memaparkan rincian program WVI yang dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan Sulawesi Tengah dalam kurun 10 tahun ke depan, khususnya pada fokus isu lingkungan, perlindungan anak, kelompok rentan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Berbekal Kamera Penunjang Keselamatan, Suzuki XL7 New Alpha Hybrid Cocok Jadi Andalan Perjalanan
Kegiatan interaktif ini diakhiri dengan sesi dialog dan tanya jawab hangat seputar moderasi beragama serta tantangan keberagaman di masa depan.
Turut hadir menyemarakkan forum ini antara lain perwakilan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Sirajuddin Ramly, Ketua PSMTI Wijaya Chandra, Wakil Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Hamlan, Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah, Kesbangpol Kota Palu, organisasi kemasyarakatan, serta sederet tokoh masyarakat dan pengunjung warkop dari berbagai kalangan. ***
Editor : Mugni Supardi